Seorang nelayan berusia 46 tahun di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat. Hasan Fesanlau, yang terjebak di laut selama semalaman karena perahu motor yang digunakannya kehabisan bahan bakar, berhasil dievakuasi oleh warga Desa Banggoy Pancuran.
Proses Pencarian dan Penemuan
Koordinator Unit Siaga SAR (USS) Bula, Sukri Patty, mengungkapkan bahwa Hasan mulai melaut seorang diri pada Rabu, 7 Oktober 2026. Namun, ia tidak kembali ke daratan seperti yang diharapkan, sehingga keluarganya melaporkan hilangnya kontak. "Sempat dilaporkan hilang kontak saat melaut, seorang nelayan atas nama Hasan Fesanlau berhasil ditemukan selamat di sekitar Perairan Seram Bagian Timur setelah ditolong warga," jelas Sukri.
Hasan melaut seorang diri sejak Rabu dan baru ditemukan pada Kamis setelah terombang-ambing di laut semalaman. "Usai kami terima informasi tersebut dari Ny. Tati Suparsi sekitar pukul 14.10 WIT, satu tim Rescuer USS Bula dikerahkan menggunakan RIB 03 menuju lokasi kejadian dengan jarak kurang lebih 3 mil laut pada arah timur laut," lanjutnya.
Evakuasi dan Rencana Hasan
Setelah tim SAR melakukan pencarian, sekitar pukul 17.30 WIT, mereka menerima kabar bahwa Hasan telah ditemukan oleh warga dan dievakuasi ke Desa Banggoy Pancuran untuk mendapatkan perawatan. "Setelah kami mengecek informasi tersebut, benar adanya bahwa korban telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan berada di Desa Banggoy Pancuran," tambah Sukri.
Berdasarkan keterangan yang diberikan Hasan kepada tim SAR, ia menjelaskan bahwa ia kehabisan bahan bakar saat melaut, sehingga terombang-ambing bersama perahu motor sejak Rabu. Hasan juga mengucapkan terima kasih kepada tim SAR atas usaha pencarian yang telah dilakukan. Ia berencana untuk beristirahat di Desa Banggoy Pancuran dan kembali ke Bula, ibu kota Kabupaten SBT, pada hari berikutnya setelah mengisi bahan bakar.
Setelah memastikan bahwa Hasan ditemukan dalam keadaan selamat, tim Rescuer USS Bula kembali ke Kota Bula pada pukul 23.00 WIT. Tim SAR juga mengingatkan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan, untuk selalu memeriksa kondisi cuaca, kelayakan perahu, dan persediaan bahan bakar sebelum melaut.