Update
Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua
Ekonomi

Peningkatan Transaksi QRIS Sebesar 89%, Masyarakat Indonesia Semakin Beralih ke Sistem Pembayaran Tanpa Tunai

Transaksi menggunakan QRIS mengalami lonjakan signifikan sebesar 89% di Indonesia, menunjukkan kecenderungan masyarakat yang semakin mengadopsi pembayaran digital.

Yoga Samadhi 12 April 2026 21 pembaca ekobiz.indozone.id ekobiz.indozone.id
Peningkatan Transaksi QRIS Sebesar 89%, Masyarakat Indonesia Semakin Beralih ke Sistem Pembayaran Tanpa Tunai
ekobiz.indozone.id

Pembayaran digital di Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif, dengan transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) meningkat sebesar 89%. Hal ini mencerminkan perubahan perilaku masyarakat yang semakin beralih dari metode pembayaran tunai menuju sistem cashless.

Peningkatan signifikan dalam transaksi QRIS tercatat dalam laporan terbaru yang dirilis oleh Bank Indonesia. Dalam periode yang sama, jumlah merchant yang menerima pembayaran melalui QRIS juga melesat, mendukung adopsi sistem pembayaran ini di berbagai sektor, mulai dari retail hingga restoran. "Kami melihat semakin banyak pedagang yang beralih ke QRIS karena kepraktisannya," ungkap seorang pengusaha lokal yang telah menggunakan QRIS selama lebih dari satu tahun.

Peralihan ke sistem pembayaran cashless ini didorong oleh beberapa faktor. Pertama, pandemi COVID-19 telah membuat masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan meminimalisir kontak fisik. Kedua, kemudahan dalam melakukan transaksi tanpa harus membawa uang tunai semakin menarik perhatian pengguna. "QRIS benar-benar memudahkan saya saat berbelanja, cukup dengan scan dan bayar," kata seorang konsumen yang ditemui di pasar tradisional.

Selain itu, pemerintah dan lembaga keuangan juga aktif dalam mempromosikan penggunaan QRIS sebagai salah satu solusi untuk mendorong inklusi keuangan. "Dengan QRIS, kami ingin memastikan semua lapisan masyarakat dapat mengakses serta merasakan manfaat dari sistem pembayaran digital," ujar seorang pejabat di Bank Indonesia.

Kenaikan transaksi ini juga menunjukkan bahwa masyarakat semakin terbiasa dengan teknologi digital di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam cara mereka melakukan pembayaran. Penelitian menunjukkan bahwa generasi muda adalah kelompok yang paling cepat beradaptasi dengan teknologi ini, mendorong penggunaan QRIS di kalangan pelajar dan mahasiswa. "Saya lebih suka bayar pakai QRIS, lebih cepat dan praktis," tambah seorang mahasiswa.

Dengan tren yang positif ini, diharapkan QRIS bisa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pengguna di seluruh Indonesia. Masyarakat akan semakin merasakan manfaat dari sistem pembayaran ini, baik dari segi efisiensi maupun keamanan. Pihak terkait berkomitmen untuk terus meningkatkan jaringan dan fasilitas yang mendukung QRIS agar semakin mudah diakses oleh konsumen dan pelaku usaha.

Secara keseluruhan, lonjakan transaksi QRIS yang mencapai 89% mencerminkan perubahan signifikan dalam cara masyarakat Indonesia berinteraksi dengan sistem keuangan. Di masa depan, diharapkan semakin banyak inovasi yang akan mendukung pertumbuhan sistem pembayaran digital ini, seiring dengan perkembangan teknologi yang terus bergerak maju.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait