Update
BRI Ingatkan Nasabah untuk Waspada Terhadap Penipuan Melalui Telepon Reaksi Beragam Terhadap Putusan MA Mengenai Surat Keterangan Gibran Santri Harus Kuasai Teknologi, Namun Tetap Jaga Tradisi Keilmuan Presiden Prabowo Umumkan Pembangunan Lima Kampus Baru dengan Fasilitas Lengkap untuk Siswa SMA Taruna Nusantara Tanggapan BPJS Kesehatan Terkait Isu Penonaktifan PBI Desil 6-10 Jokowi Memimpin Parpol, Hendri Satrio: Perang Politik Terbuka Dimulai Proses Hukum Berlanjut Setelah Tewasnya Letda Jihad di Gudang Senjata Kopassus Menteri Rosan Dorong Pengurangan Jumlah UMKM Melalui Peningkatan Kelas Usaha Reaksi Keras Demokrat dan PDIP Terhadap Putusan MA Mengenai Suket Gibran 245 Individu dan 20 Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Hutan, Affandi Affan Berikan Apresiasi kepada Kapolri BRI Ingatkan Nasabah untuk Waspada Terhadap Penipuan Melalui Telepon Reaksi Beragam Terhadap Putusan MA Mengenai Surat Keterangan Gibran Santri Harus Kuasai Teknologi, Namun Tetap Jaga Tradisi Keilmuan Presiden Prabowo Umumkan Pembangunan Lima Kampus Baru dengan Fasilitas Lengkap untuk Siswa SMA Taruna Nusantara Tanggapan BPJS Kesehatan Terkait Isu Penonaktifan PBI Desil 6-10 Jokowi Memimpin Parpol, Hendri Satrio: Perang Politik Terbuka Dimulai Proses Hukum Berlanjut Setelah Tewasnya Letda Jihad di Gudang Senjata Kopassus Menteri Rosan Dorong Pengurangan Jumlah UMKM Melalui Peningkatan Kelas Usaha Reaksi Keras Demokrat dan PDIP Terhadap Putusan MA Mengenai Suket Gibran 245 Individu dan 20 Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Hutan, Affandi Affan Berikan Apresiasi kepada Kapolri
News

Penyebab Kematian Empat Pekerja Proyek di Jagakarsa Terungkap

Polisi menemukan dugaan bahwa kurangnya penggunaan alat pelindung diri (APD) menjadi penyebab kematian empat pekerja proyek di Jagakarsa.

Kalula Putri 08 April 2026 60 pembaca liputan6.com liputan6.com
Penyebab Kematian Empat Pekerja Proyek di Jagakarsa Terungkap
liputan6.com

Dalam sebuah penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, terungkap bahwa empat pekerja proyek yang kehilangan nyawa di kawasan TB Simatupang, Jagakarsa, diduga tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) saat mereka menjalankan aktivitasnya. Kejadian tragis ini menarik perhatian publik dan menimbulkan pertanyaan mengenai keselamatan kerja di sektor konstruksi.

Menurut informasi yang diperoleh, insiden tersebut terjadi pada Senin (tanggal) pagi, saat keempat pekerja tersebut sedang melakukan tugas mereka di lokasi proyek. Polisi menyatakan bahwa insiden itu berawal dari kecelakaan kerja yang mengakibatkan cedera fatal pada mereka. "Kami mendapatkan laporan bahwa keempat pekerja tidak mengenakan APD yang seharusnya untuk melindungi mereka dari risiko di lapangan," ungkap seorang petugas kepolisian yang enggan disebutkan namanya.

Lebih lanjut, pihak kepolisian memasuki tahap penyelidikan untuk menggali lebih dalam terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut. Beberapa saksi mata yang berada di lokasi kejadian mengkonfirmasi bahwa mereka melihat keempat pekerja beraktivitas tanpa menggunakan helm, rompi, dan sepatu pelindung yang merupakan standar keselamatan kerja. "Mereka terlihat sangat fokus dengan pekerjaan, tetapi kami tidak melihat mereka menggunakan alat pelindung yang semestinya ada," kata salah satu saksi.

Dalam konteks ini, peranan APD sangatlah penting untuk mencegah kecelakaan kerja yang bisa mengancam keselamatan pekerja. Masih berdasarkan penjelasan dari saksi, mereka menyatakan bahwa kesigapan serta perhatian terhadap keselamatan kerja harus ditingkatkan di lokasi-lokasi proyek. "Ini adalah pengingat bagi semua pekerja dan pengusaha untuk selalu mematuhi protokol keselamatan," tambahnya.

Sementara itu, pihak keluarga dari pekerja yang meninggal dunia mengungkapkan kesedihan yang mendalam atas kejadian tersebut. Mereka meminta agar pihak berwenang melakukan investigasi yang transparan untuk menuntut keadilan. "Kami ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dan berharap hal ini tidak terulang lagi di masa mendatang," ujar seorang anggota keluarga korban.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa mereka akan bekerja sama dengan lembaga terkait untuk mengevaluasi pelaksanaan standar keselamatan kerja di proyek tersebut. Hal ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mencegah insiden serupa di masa yang akan datang. Dengan langkah ini, diharapkan semua pihak akan lebih sadar akan pentingnya keselamatan kerja dan kewajiban menggunakan APD di lapangan.

Ke depan, masyarakat dan pihak terkait diharapkan dapat mengambil pelajaran dari insiden ini untuk menjaga keselamatan dan kesehatan pekerja, serta memastikan bahwa kecelakaan kerja dapat diminimalisir melalui kepatuhan terhadap prosedur yang telah ditetapkan.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait