Update
Pertamina Terapkan Kebijakan Ganjil Genap di SPBU Sulawesi Selatan untuk Atasi Antrean Analisis Akademisi: Gibran Terpilih Jadi Wapres Berkat Sikap Megawati Tindakan Tegas KLH: 50 Perusahaan Disegel Akibat Kebakaran Lahan Tim SAR Balikpapan Dikerahkan untuk Mencari Penumpang KM Virgo Transport 8 Inovasi Mahasiswa UI: Sistem Pendingin Ruangan Ramah Lingkungan Menggunakan Energi Tanah dan Matahari Antrean BBM di SPBU Makassar Mulai Menurun Hari Ini Pilihan Cawapres Prabowo 2029: Tokoh Nonpartai dan Kader Gerindra Jadi Pertimbangan MTQ Nasional di Semarang: Momen Memperkuat Persatuan dan Kedamaian Memperkuat Kerja Sama, UGM dan Selandia Baru Jalin Riset Strategis serta Pertukaran Mahasiswa Lima Tahun Holding Ultra Mikro: Mendorong UMKM Menuju Kesuksesan Lebih Tinggi Pertamina Terapkan Kebijakan Ganjil Genap di SPBU Sulawesi Selatan untuk Atasi Antrean Analisis Akademisi: Gibran Terpilih Jadi Wapres Berkat Sikap Megawati Tindakan Tegas KLH: 50 Perusahaan Disegel Akibat Kebakaran Lahan Tim SAR Balikpapan Dikerahkan untuk Mencari Penumpang KM Virgo Transport 8 Inovasi Mahasiswa UI: Sistem Pendingin Ruangan Ramah Lingkungan Menggunakan Energi Tanah dan Matahari Antrean BBM di SPBU Makassar Mulai Menurun Hari Ini Pilihan Cawapres Prabowo 2029: Tokoh Nonpartai dan Kader Gerindra Jadi Pertimbangan MTQ Nasional di Semarang: Momen Memperkuat Persatuan dan Kedamaian Memperkuat Kerja Sama, UGM dan Selandia Baru Jalin Riset Strategis serta Pertukaran Mahasiswa Lima Tahun Holding Ultra Mikro: Mendorong UMKM Menuju Kesuksesan Lebih Tinggi
News

Prabowo Ungkap Pentingnya Selat Hormuz bagi Energi dan Perdagangan Asia Timur

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menekankan bahwa 70 persen kebutuhan energi dan perdagangan Asia Timur melewati Laut Indonesia, menandakan pentingnya penguasaan wilayah strategis ini.

Bima Candrakumara 09 April 2026 33 pembaca liputan6.com liputan6.com
Prabowo Ungkap Pentingnya Selat Hormuz bagi Energi dan Perdagangan Asia Timur
liputan6.com

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, baru-baru ini menyampaikan pandangannya mengenai peran Selat Hormuz dalam konteks kebutuhan energi dan perdagangan di Asia Timur. Menurutnya, sekitar 70 persen dari total kebutuhan energi dan jalur perdagangan di wilayah tersebut bergantung pada akses melalui Laut Indonesia. Pernyataan ini mengindikasikan pentingnya mempertahankan kedaulatan maritim Indonesia dalam menghadapi berbagai ancaman dari bangsa asing yang berusaha menguasai sumber daya alam negara.

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa kepentingan geopolitik di daerah tersebut tidak bisa diabaikan. “Banyak bangsa asing yang ingin menguasai Indonesia, mengeruk kekayaan Indonesia dengan cara mengadu domba,” ungkapnya. Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran akan upaya pihak-pihak tertentu yang berusaha memecah belah kesatuan bangsa demi kepentingan mereka sendiri.

Hal ini sejalan dengan meningkatnya ketegangan di kawasan Asia-Pasifik dan pentingnya Indonesia sebagai negara kepulauan yang strategis. Selat Hormuz, yang terletak di antara Teluk Persia dan Laut Oman, menjadi salah satu jalur vital bagi transportasi energi global. Sebagian besar pasokan minyak dunia melewati selat ini, dan jika terjadi gangguan, dampaknya bisa meluas hingga ke ekonomi Asia Timur yang sangat bergantung pada sumber energi dari wilayah tersebut.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia perlu meningkatkan kemampuan pertahanannya untuk melindungi kepentingan maritim dan sumber daya alam yang dimiliki. “Kita harus bersiap menghadapi ancaman-ancaman yang mungkin timbul dari ketidakstabilan global,” tambahnya. Dengan memperkuat pertahanan, diharapkan Indonesia dapat mempertahankan integritas territorial serta meningkatkan posisinya di kancah internasional.

Pernyataan tersebut juga disambut dengan perhatian khusus oleh para pengamat dan analis keamanan yang mencatat bahwa stabilitas politik di dalam negeri sangat berkaitan dengan keamanan maritim. “Kita tidak bisa menganggap remeh ancaman dari luar, terutama saat banyak negara lainnya membangun kekuatan militer mereka,” ungkap seorang analis yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Secara keseluruhan, pernyataan Prabowo menunjukkan kesadaran yang lebih besar terhadap tantangan yang dihadapi Indonesia dalam konteks global. Dengan kemajuan teknologi dan dinamika geopolitik yang cepat, menjaga kedaulatan laut, terutama di wilayah strategis seperti Selat Hormuz, menjadi semakin penting. Upaya untuk melindungi sumber daya dan stabilitas ekonomi Indonesia perlu terus didorong agar negara ini tetap berada di jalur yang aman dan berkelanjutan.

Ke depan, diharapkan pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang lebih komprehensif untuk meningkatkan pertahanan maritim dan menjaga kedaulatan wilayah. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya dapat melindungi kekayaan alamnya, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga stabilitas regional dan global.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait