Update
Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda
News

Prestasi Gemilang Ahmad Deedat: Siswa Banjarmasin Dapatkan Golden Ticket UNAIR 2026

Ahmad Deedat Assegaf, siswa SMAN 5 Banjarmasin, berhasil meraih Golden Ticket UNAIR 2026, menorehkan prestasi gemilang bagi sekolahnya dan daerahnya.

Bima Candrakumara 27 March 2026 13 pembaca news.espos.id news.espos.id
Prestasi Gemilang Ahmad Deedat: Siswa Banjarmasin Dapatkan Golden Ticket UNAIR 2026
news.espos.id

Ahmad Deedat Assegaf, seorang siswa berbakat dari SMAN 5 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mencatatkan prestasi yang membanggakan dengan meraih Golden Ticket ke Universitas Airlangga (UNAIR) tahun 2026. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Ahmad, tetapi juga bagi sekolah dan komunitasnya, menunjukkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

Golden Ticket merupakan kesempatan emas yang diberikan kepada siswa berprestasi, yang memungkinkan mereka untuk diterima di universitas terkemuka tanpa melalui proses ujian seleksi. Keberhasilan Ahmad tidak terlepas dari usaha dan dedikasinya dalam belajar. Dalam sebuah wawancara, Ahmad mengungkapkan, “Saya merasa bangga dan tidak menyangka bisa mendapatkan Golden Ticket ini. Semoga prestasi ini bisa memotivasi teman-teman saya untuk terus belajar dan berusaha.”

Prestasi Ahmad juga mengundang perhatian dari pihak sekolah dan orang tua. Kepala SMAN 5 Banjarmasin, dalam komentarnya mengatakan, “Kami sangat bangga dengan pencapaian Ahmad. Ini membuktikan bahwa dengan kerja keras dan disiplin, siswa kami dapat bersaing di tingkat nasional.” Pihak sekolah berkomitmen untuk terus mendukung siswa-siswanya dalam mencapai impian dan mengukir prestasi.

Dalam proses pencapaiannya, Ahmad mengikuti berbagai kegiatan ekstra kurikuler dan belajar secara intensif. Ia mengungkapkan, “Saya sering memanfaatkan waktu luang untuk membaca dan mengikuti kelas tambahan. Selain itu, dukungan dari keluarga dan teman-teman sangat berarti bagi saya.” Dengan semangat dan disiplin yang tinggi, Ahmad telah membuktikan bahwa kerja keras membuahkan hasil.

Gold Ticket UNAIR 2026 ini merupakan pencapaian yang diharapkan dapat menginspirasi siswa-siswa lain di Banjarmasin untuk lebih berprestasi dan mengejar pendidikan yang lebih tinggi. Ahmad Deedat bukan hanya menjadi contoh bagi rekan-rekannya, tetapi juga menunjukkan bahwa bakat dan usaha yang konsisten dapat membuka banyak peluang.

Kedepannya, Ahmad berencana untuk mengejar pendidikan di bidang yang diminatinya dan berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Dengan adanya prestasi ini, diharapkan sekolah-sekolah lain di daerah tersebut juga termotivasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membantu siswa-siswanya dalam meraih cita-cita.

Prestasi Ahmad Deedat Assegaf adalah contoh nyata bagaimana tekad dan kerja keras dapat menghasilkan keberhasilan yang gemilang. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menunjukkan bahwa potensi siswa di Banjarmasin sangat besar dan layak diperhitungkan di tingkat yang lebih tinggi.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait