Update
Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda
News

Sebanyak 15 Persen Kendaraan Belum Kembali ke Jakarta, Korlantas Rencanakan One Way Tahap III

Sekitar 15 persen kendaraan dari luar Jakarta masih terjebak di jalan, mendorong Korlantas untuk mempersiapkan skema satu arah tahap ketiga guna mengatasi kemacetan.

Karim Abinaya 29 March 2026 15 pembaca liputan6.com liputan6.com
Sebanyak 15 Persen Kendaraan Belum Kembali ke Jakarta, Korlantas Rencanakan One Way Tahap III
liputan6.com

Pihak Korlantas Polri melaporkan bahwa sekitar 15 persen kendaraan yang hendak kembali ke Jakarta masih belum tiba di ibu kota. Situasi ini menciptakan kekhawatiran mengenai potensi kemacetan yang akan terjadi pada jalur masuk kota, mengingat banyaknya kendaraan yang diperkirakan berasal dari wilayah Jawa Barat dan jalur Trans Jawa.

Menurut informasi yang diperoleh, jumlah kendaraan yang belum kembali ini terdiri dari berbagai jenis, termasuk mobil pribadi dan kendaraan umum. "Ada banyak kendaraan yang masih berada di luar Jakarta, dan ini bisa menjadi masalah ketika arus balik dimulai," ungkap seorang pejabat dari Korlantas. Ia menambahkan bahwa pihaknya terus memantau situasi di lapangan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas yang mungkin muncul.

Dengan mempertimbangkan kondisi ini, Korlantas merencanakan pelaksanaan skema satu arah tahap ketiga. Skema ini diharapkan dapat membantu mengurangi kemacetan di jalur-jalur utama yang mengarah ke Jakarta. "Kami siap menerapkan kebijakan ini jika diperlukan, terutama pada saat puncak arus balik," ujar sumber yang enggan disebutkan namanya. Skema satu arah ini sebelumnya telah diterapkan pada periode-periode tertentu selama libur panjang.

Lebih lanjut, Korlantas juga mengimbau kepada masyarakat yang ingin kembali ke Jakarta untuk melakukan perjalanan di luar jam sibuk. Ini bertujuan agar arus lalu lintas menjadi lebih lancar dan mengurangi risiko terjebak kemacetan. "Kami ingin agar semua orang bisa kembali dengan aman dan nyaman, tanpa harus terjebak dalam antrean panjang," tambahnya.

Sejalan dengan langkah ini, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memaksimalkan pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan macet. "Kami akan menempatkan personel di lokasi-lokasi strategis untuk memastikan kelancaran arus kendaraan," kata seorang perwira polisi.

Menyikapi langkah-langkah tersebut, masyarakat diharapkan untuk tetap patuh pada arahan dan peraturan yang ditetapkan demi keselamatan bersama. "Keselamatan adalah prioritas utama. Mari kita semua berperan aktif dalam menjaga keamanan dan kenyamanan di jalan," tutup pejabat Korlantas.

Dengan adanya rencana skema satu arah ini, diharapkan situasi arus balik kendaraan menuju Jakarta dapat terkelola dengan baik, sekaligus mengurangi potensi kemacetan yang sering terjadi pasca-liburan.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait