Update
Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia
News

Tiga Prajurit TNI yang Berkorban di Lebanon Kembali ke Tanah Air

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur dalam misi PBB di Lebanon telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, disambut dengan penghormatan yang khidmat.

Bima Candrakumara 04 April 2026 16 pembaca liputan6.com liputan6.com
Tiga Prajurit TNI yang Berkorban di Lebanon Kembali ke Tanah Air
liputan6.com

Tiga jenazah prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur saat menjalankan misi di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) baru saja tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Kedatangan jenazah ini menyentuh hati banyak orang dan menarik perhatian, mengingat pengorbanan mereka dalam menjaga perdamaian internasional.

Jenazah prajurit yang bersangkutan, yaitu Sersan Mayor Eko Setiawan, Sersan Dua Ahmad Fauzi, dan Pratu Yusman, tiba di bandara pada Sabtu malam. Ketiga prajurit tersebut merupakan bagian dari kontingen Garuda yang ditempatkan di Lebanon sejak tahun lalu. Mereka gugur akibat insiden yang terjadi pada misi patrol yang dijadwalkan di wilayah operasional UNIFIL. Menurut data yang dihimpun, insiden tersebut melibatkan serangan yang tidak terduga dari kelompok bersenjata.

“Kami sangat berduka atas kepergian mereka. Mereka adalah pahlawan yang siap mengorbankan segalanya demi tugas mulia menjaga perdamaian,” ungkap Komisaris Jenderal Polisi yang hadir dalam acara penyambutan. Kehadiran pejabat tinggi dan rekan-rekan prajurit menunjukkan rasa hormat yang mendalam terhadap pengorbanan ketiga prajurit tersebut.

Proses evakuasi jenazah dilakukan secara resmi dengan pengawalan militer, mencerminkan penghormatan tinggi dari institusi TNI. Jenazah ketiga prajurit kemudian diangkut menggunakan ambulans ke rumah duka yang telah disiapkan oleh pihak keluarga. Upacara militer akan dilakukan untuk menghormati jasa-jasa mereka sebelum dimakamkan dengan penuh khidmat.

Saksi mata di lokasi menyatakan bahwa kehadiran warga dan rekan-rekan prajurit menciptakan suasana haru dan penuh penghormatan. “Saya melihat banyak yang meneteskan air mata. Mereka adalah pahlawan yang seharusnya dijunjung tinggi,” kata seorang anggota keluarga yang hadir menyaksikan kedatangan jenazah.

Para prajurit ini dikenal sebagai perwira yang berdedikasi tinggi dalam pelayanan mereka di luar negeri, dan kehilangan mereka menjadi duka mendalam bagi seluruh keluarga besar TNI. Menteri Pertahanan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam dan berkomitmen untuk memberikan perlindungan terbaik bagi keluarga yang ditinggalkan. “Negara akan selalu hadir untuk mendukung para keluarga yang kehilangan,” tegasnya.

Kedatangan jenazah ini menandai akhir dari perjalanan heroik mereka di medan tugas, dan diharapkan menjadi pengingat bagi generasi mendatang akan pentingnya pengabdian demi negara. Upacara pemakaman dijadwalkan akan dilaksanakan di tempat asal masing-masing prajurit dan diharapkan dapat menjadi momen penyatuan bagi masyarakat dan keluarga.

Ke depannya, institusi TNI diharapkan terus memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan para anggotanya yang bertugas di luar negeri, agar tragedi serupa tidak terulang di masa yang akan datang. Misi perdamaian PBB di Lebanon tetap menjadi tantangan tersendiri, dan pengorbanan para prajurit TNI akan selalu dikenang.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait