Mahasiswa KKN-T 85 Universitas Diponegoro, kelompok 3, bersama dengan ibu-ibu dari PKK Pudakpayung, telah berhasil mengubah lahan kosong menjadi ruang urban farming yang bermanfaat. Kegiatan ini dilakukan di Kelurahan Pudakpayung, Semarang, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penghijauan dan pemanfaatan lahan secara optimal.
Inisiatif Urban Farming
Proyek urban farming ini dimulai dengan pemilihan lokasi yang tepat dan penyiapan lahan. Mahasiswa dan ibu-ibu PKK bekerja sama dalam menyiapkan tanah, memilih jenis tanaman hias yang sesuai, serta melakukan penanaman. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih hijau, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara merawat tanaman.
Manfaat bagi Komunitas
Selain memperindah lingkungan, urban farming ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar. Tanaman hias yang dihasilkan dapat dijual, sehingga memberikan tambahan penghasilan bagi ibu-ibu PKK. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarwarga dan meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih aktif dalam menjaga dan merawat lingkungan sekitar, serta mendapatkan inspirasi untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar mereka. Proyek ini merupakan contoh nyata bagaimana sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghasilkan dampak positif yang signifikan.