Update
Hari Kelima Pencarian Jurnalis di Pulau Sertung Masih Tanpa Hasil Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Tetap Sesuai Kebijakan Pemerintah Prediksi Dokter Tifa: AHY Akan Menjadi Presiden RI 2029-2034 --- Presiden Jokowi Hadiri Khitanan Anak di Yayasan Padepokan Anti-Galau --- Pesan Budaya dari Dekan FIB UNDIP Melalui Monolog “Eling lan Waspada” di Konferensi Nasional Anti Penipuan 2026 Putra Pertama Pendiri VinFast Resmi Menjadi CEO Global Anas Urbaningrum Soroti Persiapan Pilpres 2029 dan Pentingnya Perbaikan Aturan Pemilu Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten Sulawesi Tenggara Manfaat Tersembunyi dari Abu Vulkanik untuk Tanah dan Ekosistem Laut --- Penemuan Jaket Pelampung di Anyer, Pemilik Kapal Jurnalis Berikan Klarifikasi --- Hari Kelima Pencarian Jurnalis di Pulau Sertung Masih Tanpa Hasil Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Tetap Sesuai Kebijakan Pemerintah Prediksi Dokter Tifa: AHY Akan Menjadi Presiden RI 2029-2034 --- Presiden Jokowi Hadiri Khitanan Anak di Yayasan Padepokan Anti-Galau --- Pesan Budaya dari Dekan FIB UNDIP Melalui Monolog “Eling lan Waspada” di Konferensi Nasional Anti Penipuan 2026 Putra Pertama Pendiri VinFast Resmi Menjadi CEO Global Anas Urbaningrum Soroti Persiapan Pilpres 2029 dan Pentingnya Perbaikan Aturan Pemilu Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten Sulawesi Tenggara Manfaat Tersembunyi dari Abu Vulkanik untuk Tanah dan Ekosistem Laut --- Penemuan Jaket Pelampung di Anyer, Pemilik Kapal Jurnalis Berikan Klarifikasi ---
News

Video Pemuda Minum Minyak Oli Viral, MUI Sulsel Menyatakan Haram

Sebuah video yang menunjukkan pemuda dan orang tua meminum minyak oli baru beredar luas di media sosial, memicu reaksi dari MUI Sulsel yang menilai tindakan tersebut haram.

Gyan Kusuma 08 April 2026 36 pembaca liputan6.com liputan6.com
Video Pemuda Minum Minyak Oli Viral, MUI Sulsel Menyatakan Haram
liputan6.com

Baru-baru ini, sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pemuda dan orang tua yang meminum minyak oli baru secara bergiliran menjadi viral di media sosial. Video ini telah menarik perhatian publik dan menimbulkan berbagai reaksi, terutama dari kalangan pemuka agama.

Menurut keterangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, tindakan yang terlihat dalam video tersebut dinyatakan sebagai haram. "Minum oli jelas dapat membahayakan kesehatan. Kami sangat menyesalkan perilaku ini dan menyerukan agar masyarakat tidak melakukan hal yang sama," ungkap salah satu anggota MUI Sulsel. Tindakan ini tidak hanya dianggap sebagai sebuah keanehan, tetapi juga dapat memberikan contoh buruk kepada generasi muda.

Video tersebut menunjukkan para laki-laki, baik yang masih muda maupun yang sudah berusia lanjut, dengan percaya diri meminum oli, seakan-akan menganggapnya sebagai bagian dari tantangan atau hiburan. Situasi ini memunculkan keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk para orang tua, yang merasa tindakan tersebut sangat tidak pantas.

“Kami tidak bisa membayangkan apa yang mereka pikirkan saat melakukan hal tersebut. Oli adalah bahan yang berbahaya dan seharusnya tidak dikonsumsi oleh manusia sama sekali,” jelas seorang saksi mata yang menyaksikan video tersebut. Reaksi serupa juga dikemukakan oleh netizen yang melihat video ini, banyak yang mengungkapkan ketidakpuasan dan kekhawatiran terhadap perilaku tersebut.

Peristiwa ini juga menarik perhatian para ahli kesehatan, yang menjelaskan bahwa minyak oli dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, seperti keracunan dan gangguan pencernaan. "Konsumsi bahan non-pangan adalah tindakan yang sangat berisiko," ujar seorang dokter yang enggan disebutkan namanya. Ia juga menambahkan bahwa masyarakat harus lebih sadar akan bahaya yang bisa ditimbulkan dari perilaku semacam ini.

Selain itu, MUI Sulsel mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial dan tidak terpengaruh oleh tren atau tantangan yang dapat membahayakan kesehatan. Mereka mengingatkan bahwa konten kreatif harus tetap mempertimbangkan nilai-nilai moral dan etika, serta dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat luas.

Dengan adanya klarifikasi dari MUI, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami konsekuensi dari tindakan yang dianggap aneh dan tidak bertanggung jawab tersebut. Kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua mengenai pentingnya memilih tindakan yang sesuai dan tidak terjebak dalam tren yang merugikan.

Ke depannya, publik diharapkan lebih selektif dalam menyebarkan konten di media sosial dan menghormati aspek kesehatan serta nilai-nilai sosial yang ada. MUI dan berbagai pihak lainnya akan terus memantau situasi ini serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan etika berperilaku.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait