Update
Hari Kelima Pencarian Jurnalis di Pulau Sertung Masih Tanpa Hasil Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Tetap Sesuai Kebijakan Pemerintah Prediksi Dokter Tifa: AHY Akan Menjadi Presiden RI 2029-2034 --- Presiden Jokowi Hadiri Khitanan Anak di Yayasan Padepokan Anti-Galau --- Pesan Budaya dari Dekan FIB UNDIP Melalui Monolog “Eling lan Waspada” di Konferensi Nasional Anti Penipuan 2026 Putra Pertama Pendiri VinFast Resmi Menjadi CEO Global Anas Urbaningrum Soroti Persiapan Pilpres 2029 dan Pentingnya Perbaikan Aturan Pemilu Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten Sulawesi Tenggara Manfaat Tersembunyi dari Abu Vulkanik untuk Tanah dan Ekosistem Laut --- Penemuan Jaket Pelampung di Anyer, Pemilik Kapal Jurnalis Berikan Klarifikasi --- Hari Kelima Pencarian Jurnalis di Pulau Sertung Masih Tanpa Hasil Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Tetap Sesuai Kebijakan Pemerintah Prediksi Dokter Tifa: AHY Akan Menjadi Presiden RI 2029-2034 --- Presiden Jokowi Hadiri Khitanan Anak di Yayasan Padepokan Anti-Galau --- Pesan Budaya dari Dekan FIB UNDIP Melalui Monolog “Eling lan Waspada” di Konferensi Nasional Anti Penipuan 2026 Putra Pertama Pendiri VinFast Resmi Menjadi CEO Global Anas Urbaningrum Soroti Persiapan Pilpres 2029 dan Pentingnya Perbaikan Aturan Pemilu Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten Sulawesi Tenggara Manfaat Tersembunyi dari Abu Vulkanik untuk Tanah dan Ekosistem Laut --- Penemuan Jaket Pelampung di Anyer, Pemilik Kapal Jurnalis Berikan Klarifikasi ---
News

72 Siswa di Jakarta Timur Dirawat karena Diduga Keracunan Makanan, Pramono Anung: Kondisi Mereka Stabil

Sebanyak 72 siswa di Jakarta Timur dirawat di tiga rumah sakit akibat dugaan keracunan makanan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa kondisi siswa-siswa tersebut kini sudah stabil.

Bima Candrakumara 04 April 2026 30 pembaca liputan6.com liputan6.com
72 Siswa di Jakarta Timur Dirawat karena Diduga Keracunan Makanan, Pramono Anung: Kondisi Mereka Stabil
liputan6.com

Sebanyak 72 siswa yang terdaftar di beberapa sekolah di Jakarta Timur saat ini sedang mendapatkan perawatan intensif akibat dugaan keracunan makanan. Insiden ini terjadi di tengah kegiatan sekolah yang rutin, dan dikabarkan bahwa siswa-siswa tersebut mengalami gejala seperti mual, muntah, dan diare setelah mengonsumsi makanan dari katering MBG.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa para siswa yang diduga terpapar keracunan makanan itu menjalani perawatan di tiga rumah sakit yang berbeda. "Kami telah memantau situasi ini secara ketat dan memastikan bahwa semua siswa yang terlibat mendapatkan perawatan yang diperlukan. Saat ini, kondisi mereka sudah mulai stabil," jelas Pramono Anung dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta.

Menurut informasi dari pihak rumah sakit yang terlibat, sebagian besar siswa mengalami gejala keracunan yang cukup ringan dan telah mendapatkan penanganan yang sesuai. Namun, beberapa di antaranya memerlukan perawatan lebih lanjut untuk memastikan pemulihan total. Salah satu orang tua siswa, yang namanya tidak disebutkan, mengungkapkan kekhawatirannya. "Saya sangat khawatir ketika mendengar kabar tentang anak saya. Kami berharap semua anak dapat segera pulih," katanya.

Pihak berwenang tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait asal-usul makanan yang diduga menyebabkan keracunan ini. Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta sudah mengirimkan tim untuk menyelidiki lokasi katering MBG. Dalam hal ini, Pramono Anung menegaskan pentingnya keamanan pangan dan akan mengambil langkah tegas jika ada pelanggaran yang ditemukan. "Kami tidak akan ragu untuk memberikan sanksi kepada pihak yang bertanggung jawab jika terbukti ada kelalaian," tegasnya.

Meski situasi di rumah sakit menunjukkan perkembangan yang positif, pihak sekolah dan orang tua tetap diminta untuk waspada dan terus memantau kondisi siswa. "Kami akan melakukan evaluasi untuk memastikan semua prosedur keamanan makanan dijalankan dengan baik di sekolah dan katering," ujar Pramono menambahkan. Sekolah-sekolah di sekitar lokasi kejadian juga diminta untuk tidak menggunakan katering yang sama sampai ada klarifikasi mengenai permasalahan ini.

Dengan adanya insiden ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada terhadap keamanan makanan, terutama bagi anak-anak. Pemerintah DKI Jakarta juga berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan terhadap penyediaan makanan di sekolah-sekolah agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Perkembangan terbaru mengenai situasi para siswa akan terus dipantau dan diinformasikan kepada masyarakat. Saat ini, fokus utama tetap pada pemulihan kesehatan para siswa yang terdampak oleh insiden ini.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait