Komedian Abdel Achrian mengungkapkan pandangannya mengenai kemampuan Presiden Joko Widodo dalam menyembunyikan ekspresi wajah. Menurut Abdel, gestur yang ditunjukkan Jokowi sulit untuk dibaca, meskipun kata-katanya lebih mudah dipahami. “Pak Jokowi ini kan menurut gue poker face banget ya. Bisa gitu menahan ekspresinya,” ujarnya dalam siniar Total Politik yang disiarkan pada 8 September 2026.
Pola Komunikasi Jokowi
Abdel menjelaskan bahwa ia merasa lebih mudah memahami Jokowi melalui pernyataannya dibandingkan dengan bahasa tubuhnya. Ia menggambarkan cara komunikasi Jokowi sebagai serangkaian kode yang perlu ditafsirkan. “Kalau dia ngomong A berarti B. Kalau ngomong B berarti dia C,” kata Abdel. Sebaliknya, ia menilai bahwa gestur Jokowi tidak memberikan petunjuk yang jelas. Ekspresi wajah yang tenang membuat orang sulit untuk menebak apa yang sebenarnya ada dalam pikiran Jokowi.
Kedipan dan Kejujuran
Abdel juga menyinggung anggapan umum bahwa seseorang yang berbohong biasanya lebih sering berkedip. Namun, ia mencatat bahwa Jokowi justru jarang berkedip saat berbicara. “Lu lihat kalau Pak Jokowi ngomong, ngedipnya jarang,” ungkapnya. Meskipun demikian, Abdel tidak langsung menyimpulkan bahwa hal tersebut menunjukkan bahwa Jokowi selalu berkata jujur. Ia menyatakan bahwa mungkin saja seseorang bisa mengendalikan ekspresinya, termasuk saat berakting. “Orang saat main film kan dia bohong, tapi pada saat lagi ngebohong dia berakting. Akhirnya dia bisa enggak banyak ngedip,” jelasnya.
Abdel kemudian memberikan contoh wawancara Jokowi dengan tim Bocor Alus Politik, di mana ia menilai Jokowi terlihat sangat tenang. “Terakhir waktu dia ngomong dengan Bocor Alus, tenang banget. Di beberapa kesempatan juga, tenang ekspresinya,” tuturnya. Menurut Abdel, ketenangan ini membuat ekspresi Jokowi sulit dijadikan indikator untuk memahami isi pikirannya. “Emang jago. Kita tidak bisa menebak isi hatinya Pak Jokowi, kalau omongan relatif lebih mudah. Kalau omongan A berarti B,” tambahnya.