Update
BRI Ingatkan Nasabah untuk Waspada Terhadap Penipuan Melalui Telepon Reaksi Beragam Terhadap Putusan MA Mengenai Surat Keterangan Gibran Santri Harus Kuasai Teknologi, Namun Tetap Jaga Tradisi Keilmuan Presiden Prabowo Umumkan Pembangunan Lima Kampus Baru dengan Fasilitas Lengkap untuk Siswa SMA Taruna Nusantara Tanggapan BPJS Kesehatan Terkait Isu Penonaktifan PBI Desil 6-10 Jokowi Memimpin Parpol, Hendri Satrio: Perang Politik Terbuka Dimulai Proses Hukum Berlanjut Setelah Tewasnya Letda Jihad di Gudang Senjata Kopassus Menteri Rosan Dorong Pengurangan Jumlah UMKM Melalui Peningkatan Kelas Usaha Reaksi Keras Demokrat dan PDIP Terhadap Putusan MA Mengenai Suket Gibran 245 Individu dan 20 Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Hutan, Affandi Affan Berikan Apresiasi kepada Kapolri BRI Ingatkan Nasabah untuk Waspada Terhadap Penipuan Melalui Telepon Reaksi Beragam Terhadap Putusan MA Mengenai Surat Keterangan Gibran Santri Harus Kuasai Teknologi, Namun Tetap Jaga Tradisi Keilmuan Presiden Prabowo Umumkan Pembangunan Lima Kampus Baru dengan Fasilitas Lengkap untuk Siswa SMA Taruna Nusantara Tanggapan BPJS Kesehatan Terkait Isu Penonaktifan PBI Desil 6-10 Jokowi Memimpin Parpol, Hendri Satrio: Perang Politik Terbuka Dimulai Proses Hukum Berlanjut Setelah Tewasnya Letda Jihad di Gudang Senjata Kopassus Menteri Rosan Dorong Pengurangan Jumlah UMKM Melalui Peningkatan Kelas Usaha Reaksi Keras Demokrat dan PDIP Terhadap Putusan MA Mengenai Suket Gibran 245 Individu dan 20 Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Hutan, Affandi Affan Berikan Apresiasi kepada Kapolri
News

Aksi Damai Madura Asli Sedarah Tuntut Kepastian Hukum Kasus H. Sugianto

Dewan Pimpinan Daerah DKI Madura Asli Sedarah menggelar aksi damai di depan Bareskrim Mabes Polri untuk menuntut kejelasan hukum terkait kasus H. Sugianto yang telah berlarut-larut.

Yoga Samadhi 31 October 2026 17 pembaca jpnn.com jpnn.com
Desak Kepastian Kasus H. Sugianto, Madura Asli Sedarah Gelar Aksi Damai di Bareksrim
Desak Kepastian Kasus H. Sugianto, Madura Asli Sedarah Gelar Aksi Damai di Bareksrim

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DKI Madura Asli Sedarah melaksanakan unjuk rasa damai di depan Gerbang Utama Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, pada Jumat (30/10). Aksi ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta dan bertujuan untuk menyampaikan aspirasi mengenai penanganan kasus H. Sugianto, yang dinilai tidak jelas status hukumnya selama lebih dari 3 tahun 7 bulan.

Tuntutan Transparansi Hukum

Wakil Ketua Umum Madura Asli Sedarah, Dadang Sanjaya, menegaskan bahwa unjuk rasa ini bukan bentuk intervensi terhadap proses hukum atau kewenangan penyidik. Ia menyatakan, "Yang kami tuntut adalah kepastian hukum. Jika perkara memang memiliki dasar hukum yang cukup untuk dilanjutkan, kami meminta agar dijelaskan secara terbuka. Namun, apabila berdasarkan hasil penyidikan sudah tidak terdapat dasar yang cukup, kami meminta agar penghentian penyidikan dilakukan sesuai mekanisme hukum yang berlaku."

Dadang Sanjaya menambahkan bahwa masyarakat berhak mendapatkan transparansi dan profesionalisme dari lembaga penegak hukum. Senada dengan pernyataan tersebut, Ketua DPD DKI Madura Asli Sedarah, H. Ahmad Nur, mendesak Birowassidik Mabes Polri untuk memberikan penjelasan resmi mengenai perkembangan kasus ini. Ia mengkhawatirkan ketidakjelasan yang berlangsung lama dapat merugikan hak atas kepastian hukum bagi pihak-pihak yang terlibat.

Pentingnya Evaluasi Proses Penanganan Kasus

H. Ahmad Nur juga menyampaikan, "Kami meminta segera diterbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) apabila berdasarkan hasil penyidikan memang telah terpenuhi alasan penghentian perkara sebagaimana diatur dalam hukum acara pidana. Tuntutan SP3 ini bukan keputusan sepihak dari kami, melainkan permintaan agar penyidik mengevaluasi kasus ini secara objektif berdasarkan bukti hukum."

Sementara itu, Wakil Sekretaris Umum Madura Asli Sedarah, M. Hapi, menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap kode etik profesi kepolisian. Ia meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap proses penanganan kasus ini. Jika ditemukan bukti adanya dugaan pelanggaran prosedur atau kelalaian oleh oknum penyidik, pihaknya mendesak agar dilakukan pemeriksaan dan pemberian sanksi yang proporsional melalui mekanisme internal yang berlaku.

Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Para peserta menyampaikan aspirasi mereka menggunakan mobil komando serta membawa alat peraga seperti spanduk, bendera Merah Putih, dan atribut organisasi lainnya.

Artikel Terkait