Update
BRI Ingatkan Nasabah untuk Waspada Terhadap Penipuan Melalui Telepon Reaksi Beragam Terhadap Putusan MA Mengenai Surat Keterangan Gibran Santri Harus Kuasai Teknologi, Namun Tetap Jaga Tradisi Keilmuan Presiden Prabowo Umumkan Pembangunan Lima Kampus Baru dengan Fasilitas Lengkap untuk Siswa SMA Taruna Nusantara Tanggapan BPJS Kesehatan Terkait Isu Penonaktifan PBI Desil 6-10 Jokowi Memimpin Parpol, Hendri Satrio: Perang Politik Terbuka Dimulai Proses Hukum Berlanjut Setelah Tewasnya Letda Jihad di Gudang Senjata Kopassus Menteri Rosan Dorong Pengurangan Jumlah UMKM Melalui Peningkatan Kelas Usaha Reaksi Keras Demokrat dan PDIP Terhadap Putusan MA Mengenai Suket Gibran 245 Individu dan 20 Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Hutan, Affandi Affan Berikan Apresiasi kepada Kapolri BRI Ingatkan Nasabah untuk Waspada Terhadap Penipuan Melalui Telepon Reaksi Beragam Terhadap Putusan MA Mengenai Surat Keterangan Gibran Santri Harus Kuasai Teknologi, Namun Tetap Jaga Tradisi Keilmuan Presiden Prabowo Umumkan Pembangunan Lima Kampus Baru dengan Fasilitas Lengkap untuk Siswa SMA Taruna Nusantara Tanggapan BPJS Kesehatan Terkait Isu Penonaktifan PBI Desil 6-10 Jokowi Memimpin Parpol, Hendri Satrio: Perang Politik Terbuka Dimulai Proses Hukum Berlanjut Setelah Tewasnya Letda Jihad di Gudang Senjata Kopassus Menteri Rosan Dorong Pengurangan Jumlah UMKM Melalui Peningkatan Kelas Usaha Reaksi Keras Demokrat dan PDIP Terhadap Putusan MA Mengenai Suket Gibran 245 Individu dan 20 Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Hutan, Affandi Affan Berikan Apresiasi kepada Kapolri
News

245 Individu dan 20 Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Hutan, Affandi Affan Berikan Apresiasi kepada Kapolri

Affandi Affan, pendiri Baswara Institute, memberikan pujian kepada Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto atas penegakan hukum terkait kebakaran hutan dan lahan dengan menetapkan 245 orang dan 20 ko...

Yoga Samadhi 31 October 2026 13 pembaca jpnn.com jpnn.com
245 Orang dan 20 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla, Affandi Affan Apresiasi Kepemimpinan Kapolri
245 Orang dan 20 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla, Affandi Affan Apresiasi Kepemimpinan Kapolri

JAKARTA - Affandi Affan, pendiri Baswara Institute, mengungkapkan apresiasinya terhadap kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam memperkuat penegakan hukum terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penetapan 245 individu dan 20 perusahaan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri dianggap sebagai langkah penting dalam melindungi lingkungan dan menegakkan hukum di Indonesia.

Pentingnya Penegakan Hukum Menyeluruh

Affandi menekankan bahwa penanganan kasus karhutla yang melibatkan baik pelaku individu maupun korporasi menunjukkan betapa pentingnya penegakan hukum yang komprehensif. Tindakan tersebut mencerminkan keseriusan Polri dalam menindak pelanggaran yang berdampak luas terhadap masyarakat dan lingkungan. "Saya mengapresiasi kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang mendorong penegakan hukum secara tegas, profesional, dan berlandaskan alat bukti. Penanganan karhutla harus dilakukan secara konsisten tanpa pandang bulu, termasuk apabila dugaan pelanggaran melibatkan korporasi,” ungkap Affandi dalam keterangan tertulisnya.

Peran Strategis Polri dalam Penegakan Hukum

Sebagai seorang advokat dan praktisi hukum, Affandi menilai bahwa kepemimpinan di Polri memiliki peran yang sangat strategis untuk memastikan bahwa seluruh jajaran bekerja dengan terarah, responsif, dan akuntabel. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan Scientific Crime Investigation untuk memastikan bahwa proses penyidikan didasarkan pada bukti ilmiah dan ketentuan hukum yang berlaku. "Ketegasan dalam penegakan hukum merupakan pesan bahwa tidak ada pihak yang boleh mengabaikan aturan. Namun, ketegasan itu juga harus berjalan seiring dengan profesionalitas, transparansi, dan penghormatan terhadap proses hukum,” tegasnya.

Affandi menambahkan bahwa masalah karhutla bukan hanya sekadar isu kerusakan hutan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat, keberlangsungan ekonomi, dan masa depan lingkungan. Oleh karena itu, ia berharap agar langkah penindakan yang dilakukan oleh Polri diikuti dengan pengawasan yang berkelanjutan serta penguatan upaya pencegahan di daerah yang rawan kebakaran.

Ia juga mengapresiasi upaya Polri dalam menangani karhutla melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, kementerian, lembaga terkait, serta partisipasi masyarakat. Menurutnya, kerjasama tersebut sangat penting agar penegakan hukum tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga mencegah terulangnya kebakaran hutan dan lahan. "Baswara Institute mendukung penegakan hukum yang berkeadilan dan perlindungan lingkungan hidup. Kami berharap kepemimpinan Kapolri terus memperkuat kepercayaan publik melalui kerja nyata, profesionalitas, dan konsistensi dalam menegakkan hukum demi kepentingan bangsa dan generasi mendatang,” tutup Affandi.

Artikel Terkait