Pada Senin (26/10/2026) sore, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Barat melakukan aksi demonstrasi di Taman Cikapayang, Kota Bandung. Dalam unjuk rasa ini, mereka menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Mengingat banyaknya peserta yang hadir, pihak kepolisian mengalihkan arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Kritik Terhadap Penegakan Hukum
Dalam orasinya, para mahasiswa menilai bahwa penegakan hukum dan kebebasan sipil di Indonesia masih mengalami kemunduran. Indra Wijaya, Ketua BEM Universitas Sali Al-Aitaam (Unisal), menegaskan bahwa keadilan saat ini belum berpihak kepada masyarakat kecil. "Melihat persoalan hari ini, hukum masih tajam ke bawah tumpul ke atas," ungkap Indra di lokasi aksi.
Revisi UU TNI dan Polri
Indra juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap wacana revisi Undang-Undang TNI dan Polri, yang dinilai dapat mengancam demokrasi serta kebebasan warga negara. Ia menyatakan bahwa regulasi tersebut berpotensi mengembalikan pemerintahan yang represif. "Apalagi dengan revisi UU TNI-Polri, muncul kekhawatiran rezim baru. Kebebasan sipil tidak bebas. Yang berdaulat hari ini seolah TNI dan Polri," tegasnya.
Selain isu demokrasi dan penegakan hukum, para demonstran juga mengkritik penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dianggap tidak pernah ditangani secara konkret oleh pemerintah. "Ini sudah lama persoalan karhutla. Padahal kita punya intelijen dan instrumen negara yang seharusnya bisa mencegah ini sejak awal," tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan dan menyampaikan orasi secara bergantian. Sementara itu, aparat kepolisian terlihat menjaga keamanan di sekitar lokasi untuk memastikan jalannya unjuk rasa berlangsung dengan tertib dan mengatur lalu lintas di sekitar simpang Dago.