Update
Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Pertagas Sukses Meraih Lima Penghargaan Internasional di Asian Impact Awards 2026 Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Pertagas Sukses Meraih Lima Penghargaan Internasional di Asian Impact Awards 2026
Teknologi

Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia semakin memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung aktivitas bisnis, dengan 36,8 persen telah mengadopsi teknologi ini.

Yoga Samadhi 27 October 2026 15 pembaca inews.id inews.id
Advertisement
Advertisement

JAKARTA – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini mulai dimanfaatkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia sebagai alat untuk mendukung kegiatan bisnis mereka. Teknologi ini semakin diminati, terutama dalam hal pemasaran, pembuatan konten, dan komunikasi dengan pelanggan.

Berdasarkan Survei UMKM 2026 yang dilakukan oleh platform pengiriman Lalamove terhadap lebih dari 300 pelaku UMKM, terungkap bahwa 36,8 persen responden telah menggunakan AI dalam operasional bisnis mereka. Sementara itu, 29,6 persen responden lainnya belum mengimplementasikan AI, tetapi tengah mempertimbangkan untuk memanfaatkan teknologi ini. Temuan ini menunjukkan adanya potensi peningkatan adopsi AI di kalangan pelaku usaha, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan digital dalam menjalankan bisnis.

Penggunaan AI dalam Pemasaran dan Layanan Pelanggan

Penggunaan AI paling banyak terlihat dalam kegiatan pemasaran dan pembuatan konten, dengan persentase mencapai 42,6 persen. Selain itu, 23,5 persen responden memanfaatkan teknologi ini untuk mendukung layanan pelanggan dan komunikasi. Pemanfaatan AI menunjukkan bahwa teknologi ini mulai menjadi pilihan bagi pelaku usaha untuk membantu pekerjaan sehari-hari mereka. Misalnya, dalam pemasaran, AI dapat digunakan untuk menyusun ide promosi dan materi konten, sedangkan dalam komunikasi bisnis, teknologi ini berpotensi meningkatkan interaksi dengan konsumen.

Namun, penerapan teknologi bukanlah satu-satunya tantangan yang dihadapi UMKM menjelang tahun 2027. Pelaku usaha juga harus menghadapi perubahan kebutuhan pelanggan yang menginginkan operasional yang lebih fleksibel, termasuk dalam hal pengiriman barang. Dalam survei yang sama, 60,7 persen responden menyatakan bahwa mereka semakin membutuhkan layanan pengiriman ke beberapa titik tujuan. Selain itu, 43,3 persen responden menginginkan layanan pengiriman di luar jam operasional atau dengan waktu yang lebih fleksibel.

Tuntutan Pelanggan dan Jenis Barang yang Dikirim

Tuntutan pelanggan terhadap kecepatan layanan juga mempengaruhi kebutuhan ini. Sebanyak 36,3 persen responden mengungkapkan bahwa ekspektasi terhadap kecepatan layanan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi operasional bisnis mereka. Selain itu, 34,3 persen responden mengaitkan perubahan kebutuhan pengiriman dengan meningkatnya jumlah pesanan dari pelanggan. Dari sisi jenis barang, makanan dan minuman menjadi kategori yang paling banyak dikirim, mencapai 42,4 persen, diikuti oleh dokumen dan berkas kantor sebesar 25,9 persen, serta pakaian dan produk fesyen sebesar 23,2 persen.

Keragaman jenis barang dan tujuan pengiriman ini mengharuskan pelaku UMKM untuk menyesuaikan kebutuhan logistik dengan karakteristik produk serta ekspektasi pelanggan. Di tengah perkembangan teknologi, kemampuan untuk mengelola operasional secara efisien menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan kelancaran bisnis.

Managing Director Lalamove Indonesia, Andito B. Prakoso, menyatakan bahwa pelaku UMKM perlu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen dan dinamika operasional bisnis. "Pelaku UMKM perlu semakin adaptif dalam menghadapi perubahan perilaku pelanggan dan dinamika operasional bisnis. Di tengah perkembangan pemanfaatan teknologi, fleksibilitas pengiriman menjadi salah satu aspek penting untuk membantu bisnis merespons kebutuhan pelanggan yang semakin beragam," ujarnya.

Selain adaptasi terhadap teknologi dan pengiriman, pengelolaan biaya juga menjadi perhatian utama bagi pelaku UMKM. Kebutuhan operasional yang semakin beragam memaksa mereka untuk menyesuaikan pengeluaran dengan kapasitas usaha, terutama saat jumlah pesanan meningkat. Pelaku UMKM juga menganggap dukungan dalam pemasaran dan promosi, pembiayaan untuk pengembangan usaha, serta peluang untuk membangun jejaring bisnis sebagai faktor yang dapat membantu pertumbuhan usaha mereka.

Temuan survei ini menggambarkan bahwa kesiapan UMKM dalam menghadapi tahun 2027 tidak hanya terkait dengan kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi AI. Pelaku usaha juga harus memperhatikan efisiensi biaya, fleksibilitas operasional, dan kualitas pelayanan agar dapat beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pasar. Dengan semakin banyaknya pelaku UMKM yang mulai melirik AI, pemanfaatan teknologi ini berpotensi menjadi bagian penting dari strategi pengembangan bisnis mereka. Namun, penerapannya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas masing-masing usaha agar manfaatnya dapat mendukung operasional secara optimal.

Artikel Terkait