Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di level 5.266 pada perdagangan yang berlangsung pada hari Selasa, 27 Oktober. Penurunan ini tercatat sebesar 106,96 poin atau setara dengan minus 1,99 persen dibandingkan dengan sesi sebelumnya.
Menurut data dari RTI Infokom, total transaksi yang dilakukan oleh investor mencapai Rp17,48 triliun, dengan volume perdagangan sekitar 36,19 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 1,9 juta kali. Pada akhir perdagangan, terdapat 611 saham yang mengalami penurunan, sementara 100 saham lainnya mengalami penguatan dan 82 saham stagnan.
Pergerakan Sektor Indeks
Dalam pantauan, sepuluh dari sebelas sektor indeks menunjukkan penurunan, dengan sektor bahan baku menjadi yang terburuk, mencatatkan penurunan sebesar 3,72 persen. Hal ini mencerminkan kondisi pasar yang kurang menggembirakan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Perbandingan dengan Bursa Saham Lain
Di kawasan Asia, mayoritas bursa saham juga menunjukkan pergerakan negatif. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong turun 0,73 persen, sedangkan indeks Shanghai Composite di China melemah 1,33 persen. Berbeda dengan itu, indeks Nikkei 225 di Jepang justru mengalami penguatan sebesar 1,73 persen, sementara indeks Straits Times di Singapura turun 0,31 persen.
Di Eropa, bursa saham juga mengalami penurunan, dengan indeks DAX di Jerman melemah 0,18 persen dan indeks FTSE 100 di Inggris turun 1 persen. Namun, di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat menunjukkan tren positif dengan indeks S&P 500 naik 0,70 persen, indeks NASDAQ Composite meningkat 0,82 persen, dan indeks Dow Jones bertambah 0,28 persen.
Dengan kondisi ini, investor diharapkan tetap waspada dan mempertimbangkan strategi investasi yang tepat untuk menghadapi fluktuasi pasar yang ada.