Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
Ekonomi

Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis

Badan Gizi Nasional mengungkapkan bahwa dugaan keracunan yang dialami siswa SMP di Dramaga, Bogor, disebabkan oleh bumbu kacang pada menu sate di program Makan Bergizi Gratis. Saat ini, jumlah siswa y...

Bima Candrakumara 27 October 2026 1 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
BGN menyelidiki keracunan siswa SMP di Bogor akibat menu MBG. Jumlah korban yang terkonfirmasi hanya 13 orang. (FOTO:CNN Indonesia/Febria Adha L).
BGN menyelidiki keracunan siswa SMP di Bogor akibat menu MBG. Jumlah korban yang terkonfirmasi hanya 13 orang. (FOTO:CNN Indonesia/Febria Adha L).

Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan bahwa siswa SMP di Dramaga, Bogor, Jawa Barat, mengalami keracunan yang diduga disebabkan oleh bumbu kacang pada menu sate dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, menjelaskan bahwa informasi awal menunjukkan bahwa keracunan tersebut berasal dari bumbu kacang yang digunakan dalam menu sate.

"Informasi yang kami dapatkan, dugaan sementara, mereka mendapatkan dampak terhadap kesehatan mereka atas menu sate yang diduga ini dari bumbu kacangnya," ungkap Tysa.

Proses Penyediaan Menu yang Dipertanyakan

Tysa menambahkan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas penyediaan menu tersebut tidak memproses bumbu kacang dari awal. Berdasarkan investigasi yang masih berlangsung, diketahui bahwa bumbu kacang yang digunakan sudah dalam kondisi digiling.

"Nah, setelah dilakukan investigasi, sampai saat ini masih dilakukan investigasi, bumbu kacangnya itu ternyata diketahui oleh SPPG yang bersangkutan itu, bumbu kacangnya, bumbu yang kacangnya sudah digiling. Jadi, bukan diproses dari awal. Nah, dugaan sementara itu," jelasnya.

Klarifikasi Jumlah Korban

Saat ini, sampel makanan masih dalam proses pengujian, dan SPPG terkait telah dikenakan suspensi oleh BGN. Tysa juga memberikan klarifikasi mengenai jumlah siswa yang terpengaruh, yang sebelumnya dilaporkan mencapai 481 orang. Dia menyatakan bahwa jumlah yang sebenarnya adalah 13 orang.

"Soal peristiwa yang berdampak terhadap kesehatan di Bogor tersebut, kami ingin klarifikasi bahwa jumlah korbannya tidak 400 orang seperti yang diberitakan oleh sejumlah media. Yang benar adalah, sampai dengan sore hari ini, jumlah korban atau kita menyebutnya mereka yang terdampak dan masih dalam observasi, itu sebanyak 13 orang," tuturnya.

Menurut Tysa, para siswa mengonsumsi MBG pada Senin (26/10) siang, dan baru pada Selasa dini hari beberapa dari mereka mengeluhkan diare. "Sebetulnya peristiwa ini adalah peristiwa makannya kemarin siang, kemudian dini hari ada beberapa siswa yang mengeluhkan kena diare," tambahnya.

Tysa menjelaskan bahwa angka 400 muncul ketika guru di sekolah mengumpulkan siswa yang mengonsumsi MBG dan menanyakan apakah mereka mengalami sakit perut. "Jumlah siswa yang menjawab merasakan sakit perut ada 400 orang, kemudian mereka dibawa ke rumah sakit terdekat," katanya.

Dari total 400 siswa yang diperiksa, 40 orang memerlukan observasi lebih lanjut, dan hingga sore hari, hanya tersisa 13 orang yang masih dalam pengawasan. Tysa menegaskan bahwa BGN tidak meremehkan insiden ini, meskipun jumlah yang diobservasi hanya 13 dari lebih dari 2.000 penerima MBG di daerah tersebut.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan bahwa sebagian besar siswa yang mengalami keracunan sudah dipulangkan karena kondisi mereka membaik. "Alhamdulillah, kondisi para siswa berangsur membaik dan stabil bahkan akan dipulangkan," ujarnya.

Rudy menambahkan bahwa siswa yang diduga keracunan mendapatkan penanganan dari tim kesehatan Puskesmas Cangkurawok, dan beberapa di antaranya dirujuk ke rumah sakit. Dia memastikan bahwa semua biaya pengobatan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

Artikel Terkait