Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
News

Aktivis Serukan Warga Cianjur Manfaatkan Potensi Geothermal di Wilayahnya Sendiri

Pengembangan energi panas bumi di Cianjur diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, dengan warga tidak hanya sebagai penonton tetapi sebagai tuan rumah.

Bima Candrakumara 07 September 2026 31 pembaca jpnn.com jpnn.com
Potensi Geothermal, Aktivis Ajak Warga Cianjur Jadi Tuan Rumah di Daerah Sendiri
Potensi Geothermal, Aktivis Ajak Warga Cianjur Jadi Tuan Rumah di Daerah Sendiri

CIANJUR - Pengembangan potensi energi geothermal di Kabupaten Cianjur harus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Warga di Cianjur diingatkan agar tidak hanya menjadi penonton dalam proyek ini, tetapi harus berperan sebagai tuan rumah di tanah mereka sendiri. Hal ini disampaikan oleh M. Arief Rosyid Hasan, aktivis muda nasional dan mantan Ketua Umum PB HMI 2013–2015, dalam acara Geothermal Fun Day yang diadakan oleh Indonesia Geothermal Golf Community (IGGC) dan Inisiatif Daulat Energi (IDE) di Sapong Space, Cianjur, pada Minggu (6/9).

Pentingnya Keterlibatan Masyarakat

Arief menjelaskan bahwa munculnya dinamika dan resistensi di masyarakat seringkali disebabkan oleh kekhawatiran bahwa proyek energi besar tidak memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar. Dia menekankan bahwa potensi alam yang ada seharusnya menjadi sarana untuk meraih berkah dan kemajuan ekonomi lokal. "Hikmah terkait potensi panas bumi di Cianjur ini relate dengan ajaran agama. Kalau bersyukur, setiap kesyukuran akan bertambah nikmat. Jadi kalau bersyukur dengan potensi geothermal di Cianjur, kenikmatan lapangan kerja dan potensi ekonomi akan datang bersama peluang-peluang lain. Warga Cianjur harus jadi tuan rumah di daerah sendiri," ungkapnya.

Transformasi Kebijakan Energi

Dia juga menekankan pentingnya mengubah pola lama dalam pengelolaan kebijakan energi nasional dan pembangunan daerah. "Mustahil melihat masa depan Indonesia yang baik dengan cara lama. Mustahil kita menjadi bangsa maju jika masih bertahan dengan energi fosil. Sesuatu yang baru bisa dicapai jika caranya baru, pikirannya baru, dan orang-orangnya baru. Jika kolaborasi pentahelix ini berjalan, insya Allah kebijakan EBT akan didukung penuh," tegas Arief.

Rektor UNPI Cianjur, Dodi Faraitody, menambahkan bahwa pelibatan masyarakat secara aktif adalah syarat mutlak agar warga merasa memiliki dan terlindungi. "Partisipasi publik jangan sampai hanya sekadar kelengkapan administrasi. Publik harus memahami secara utuh. Masyarakat juga harus didekati secara persuasif. Secara teknis geothermal relatif aman untuk lingkungan, kuncinya ada pada penegakan hukum dan pemenuhan prosedur yang konsisten," jelasnya.

Warga Cianjur, Aldi, juga mengakui bahwa kebutuhan akan keterbukaan informasi sangat penting. Ia menyatakan bahwa pemahaman yang benar menjadi kunci untuk mengubah keraguan menjadi dukungan. "Di sekitaran rumah saya memang masih banyak penolakan karena isu-isu yang berkembang. Awalnya saya pribadi sempat menolak, tetapi setelah membaca dan hadir di acara ini, pemahaman saya terbuka. Banyak sekali manfaatnya. Saya berharap para pemangku kepentingan lebih masif menjelaskan fakta geothermal ke warga," kata Aldi.

Sementara itu, Ali Ashat, seorang pakar geothermal dan anggota Dewan Penasihat Program Magister ITB, mengingatkan bahwa Indonesia memiliki cadangan panas bumi terbesar di dunia yang harus dimanfaatkan secara optimal. "Potensi geothermal Indonesia itu terbesar di dunia dan ini berdasarkan data yang terverifikasi. Keunggulannya, geothermal bisa menyediakan listrik stabil sepanjang tahun secara penuh. Pengembangan di Cianjur ini sangat strategis untuk mendukung target energi bersih nasional," pungkas Ali Ashat.

Melalui acara Geothermal Fun Day ini, semua pemangku kepentingan berkomitmen untuk mendorong keterlibatan generasi muda daerah, penyerapan tenaga kerja lokal, serta penguatan UMKM di sekitar agar manfaat dari pengembangan geothermal di Cianjur dapat dirasakan oleh masyarakat setempat.

Artikel Terkait