Ketua Dewan Pembina Partai Ummat, Amien Rais, berpendapat bahwa kemungkinan Gibran Rakabuming Raka untuk kembali menjadi pendamping Prabowo Subianto dalam Pilpres 2029 hampir tidak ada. Ia menegaskan bahwa pasangan Prabowo-Gibran sulit untuk terwujud pada periode mendatang. Pernyataan ini juga mencerminkan kritik terhadap dinamika politik yang melibatkan Joko Widodo (Jokowi) dan keluarganya menjelang Pemilu 2029.
Amien menyatakan, “Mustahil Prabowo akan berpasangan lagi dengan sulungnya si Fufufafa alias Gibran bila ikut dalam Pilpres 2029.” Ia menjelaskan bahwa peluang tersebut semakin menipis karena situasi politik nasional menuju Pilpres 2029 masih sangat dinamis. Amien juga menyoroti bahwa kelompok pendukung Jokowi masih memiliki harapan agar pasangan Prabowo-Gibran dapat kembali bersaing bersama.
Kritik terhadap Aktivitas Jokowi dan Kaesang
Selain membahas Gibran, Amien juga mengamati aktivitas Jokowi yang belakangan ini sering berkunjung ke berbagai daerah untuk meningkatkan popularitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang kini dipimpin oleh putra bungsunya, Kaesang Pangarep. Ia berpendapat bahwa langkah tersebut belum tentu memberikan dampak signifikan terhadap peta kekuatan partai politik di tingkat nasional.
“Kaesang itu politikus setengah matang yang tidak punya bobot politik dibandingkan dengan partai-partai lain. Jokowi di tahun 2029 nanti sudah menjadi sosok yang tidak akan dilirik lagi oleh partai-partai besar seperti Gerindra, PDIP, NasDem, maupun partai papan menengah,” tegasnya.
Keraguan Terhadap Survei Publik
Amien juga mengungkapkan keraguannya terhadap hasil survei yang menunjukkan tingkat kepuasan publik atau approval rating terhadap Jokowi berada di angka 72 persen. Ia berpendapat, “Saya meragukan angka-angka tersebut karena situasi politik dan dinamika sosial di lapangan menunjukkan hal yang berbeda.”
Pernyataan Amien ini semakin menambah sorotan terhadap posisi Jokowi, Gibran, dan Kaesang dalam konteks politik nasional menjelang Pemilu 2029. Meskipun demikian, konfigurasi koalisi dan pasangan calon untuk Pilpres 2029 masih dapat berubah seiring dengan perkembangan politik yang akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan.