Seorang pengamat kebijakan publik, Adib Miftahul, menekankan pentingnya dilakukan penyelidikan menyeluruh terhadap kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi Timur. Ia berpendapat bahwa investigasi harus mencakup berbagai aspek, mulai dari sistem persinyalan, komunikasi darurat, hingga prosedur operasional dan penetapan tanggung jawab dari pihak-pihak yang terlibat.
Adib menyatakan bahwa fokus penyelidikan tidak seharusnya hanya tertuju pada individu yang bertugas di lapangan, seperti masinis yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia menekankan bahwa hasil dari investigasi keselamatan perlu menjadi acuan untuk mengeksplorasi semua kemungkinan penyebab kecelakaan. “Temuan investigasi keselamatan harus menjadi dasar untuk menelusuri seluruh kemungkinan faktor penyebab, termasuk sistem persinyalan, komunikasi darurat, prosedur operasional, dan pembagian tanggung jawab antarlembaga,” ujarnya.
Pentingnya Evaluasi Rantai Tanggung Jawab
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ini juga menggarisbawahi bahwa salah satu pertanyaan penting yang perlu dijawab adalah apakah seluruh rantai tanggung jawab keselamatan telah diperiksa secara komprehensif. Jika terdapat masalah dalam sistem, aspek tersebut harus diteliti berdasarkan kewenangan dan bukti yang ada.
Di sisi lain, polemik mengenai kecelakaan di Bekasi Timur juga berkembang di media sosial, di mana Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby, menjadi sasaran kritik. Adib mengingatkan bahwa tuduhan adanya serangan terorganisasi terhadap Bobby harus dibuktikan melalui analisis terhadap isi unggahan, pola penyebaran, dan bukti koordinasi, bukan hanya berdasarkan banyaknya kritik yang muncul.
Momentum untuk Meningkatkan Sistem Keselamatan
Adib menegaskan bahwa tragedi ini seharusnya menjadi kesempatan untuk memperkuat evaluasi sistem keselamatan perkeretaapian, memastikan penegakan hukum dilakukan berdasarkan bukti, serta mendorong transparansi dari semua pihak yang terlibat. Upaya ini dianggap penting agar penyebab kecelakaan dapat terungkap secara menyeluruh dan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
“Jangan sampai polemik di media sosial menggeser substansi persoalan. Yang harus menjadi prioritas adalah mengungkap penyebab kecelakaan secara menyeluruh, memastikan pertanggungjawaban berdasarkan bukti, dan mencegah tragedi serupa terulang,” tegasnya. Sementara itu, sejumlah pengguna media sosial menyampaikan dukungan terhadap KAI, dengan menilai bahwa penutupan perlintasan kereta merupakan tanggung jawab Dinas Perhubungan.