Politikus Anas Urbaningrum menjelaskan statusnya di Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) setelah munculnya informasi yang keliru mengenai posisinya. Ia menegaskan bahwa sejak awal tahun 2026, ia tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum maupun anggota partai. Klarifikasi ini disampaikan karena namanya masih sering disebut dalam berita sebagai Ketua Umum PKN.
"Dari beberapa pemberitaan, saya masih ditulis sebagai Ketua Umum PKN," ungkap Anas. Ia merasa perlu meluruskan informasi tersebut untuk menghindari kesalahpahaman mengenai posisi politiknya saat ini. Anas menegaskan bahwa keputusan untuk mengundurkan diri diambil atas alasan pribadi, yang membuatnya memilih untuk tidak aktif dalam kegiatan partai untuk sementara waktu. "Perlu diinformasikan bagi yang belum mengetahui bahwa sejak awal tahun 2026, saya sudah mengundurkan diri sebagai Ketua Umum dan anggota PKN," tambahnya.
Pemimpin Baru PKN
Anas juga membahas mengenai siapa yang kini memimpin PKN setelah kepergiannya. Ia menyatakan bahwa posisi Ketua Umum PKN saat ini dijabat oleh I Gede Pasek Suardika, yang telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia. "Ketua Umum PKN adalah sahabat saya I Gede Pasek Suardika," kata Anas. Ia menjelaskan bahwa pengesahan kepengurusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Kementerian Hukum yang diterbitkan pada 2 Maret 2026. "Bli Pasek adalah sosok yang tepat memimpin PKN," ujarnya.
Dengan pernyataan ini, Anas menegaskan bahwa ia tidak lagi memiliki jabatan struktural atau status sebagai anggota PKN.
Keterlibatan Anas dalam Politik
Meskipun telah meninggalkan PKN, Anas menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak berarti ia berhenti dari dunia politik. Mantan Ketua Umum Partai Demokrat ini menyatakan bahwa ia akan tetap terlibat dalam aktivitas politik, tetapi tidak melalui keanggotaan atau jabatan dalam partai. "Apakah saya berhenti berpolitik? Tidak," tegasnya.
Ia kini lebih memilih untuk mendampingi generasi muda dalam membangun kesadaran dan kesiapan mereka untuk menjadi pemimpin di masa depan. "Saya tetap berpolitik, khususnya dalam hal ikut menemani anak-anak muda dalam membangun kesadaran sebagai calon-calon petugas masa depan," jelasnya. Anas menekankan bahwa pendampingan ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan politik, tetapi juga bertujuan untuk mendorong kesadaran, kecakapan, dan rasa tanggung jawab generasi muda terhadap masa depan bangsa. "Membersamai proses tumbuhnya kesadaran, kecakapan dan rasa tanggung jawab kepada kebaikan negerinya," tutup Anas.
Klarifikasi ini sekaligus menunjukkan bahwa dinamika politik Anas Urbaningrum kini berada di luar struktur PKN, sementara kepemimpinan partai telah beralih kepada I Gede Pasek Suardika.