Update
Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor
Politik

Anas Urbaningrum Mengklarifikasi Statusnya di Partai Kebangkitan Nusantara

Anas Urbaningrum menjelaskan bahwa ia telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum dan anggota Partai Kebangkitan Nusantara sejak awal 2026. Ia juga menegaskan bahwa meski tidak lagi ter...

Lare Ayu 23 August 2026 66 pembaca fajar.co.id fajar.co.id
Anas Urbaningrum
Anas Urbaningrum

Politikus Anas Urbaningrum memberikan klarifikasi terkait statusnya di Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), di mana namanya masih sering disebut sebagai Ketua Umum dalam berbagai laporan media. Anas mengungkapkan bahwa ia sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PKN sejak awal tahun 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan pribadi, yang membuatnya memilih untuk sementara waktu menjauh dari aktivitas kepartaian.

"Dari beberapa pemberitaan, saya masih ditulis sebagai Ketua Umum PKN," ungkap Anas pada Minggu (23/8/2026). Ia merasa perlu memberikan penjelasan agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai posisinya saat ini. "Perlu diinformasikan bagi yang belum mengetahui bahwa sejak awal tahun 2026, saya sudah mengundurkan diri sebagai Ketua Umum dan anggota PKN," tambahnya. Menurut Anas, keputusan tersebut merupakan pilihan pribadi yang diambil untuk tidak terlibat langsung dalam kegiatan partai untuk saat ini. "Dengan alasan pribadi, saya memutuskan jeda berpartai," jelasnya.

Peralihan Kepemimpinan di PKN

Dalam penjelasannya, Anas juga menyebutkan sosok yang kini memimpin PKN, yaitu I Gede Pasek Suardika. Ia mengonfirmasi bahwa Pasek telah resmi menjabat sebagai Ketua Umum PKN. "Ketua Umum PKN adalah sahabat saya I Gede Pasek Suardika," kata Anas. Ia menyatakan bahwa kepemimpinan Pasek telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia, yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan pada 2 Maret 2026. "(I Gede) sudah mendapatkan SK dari Kementerian Hukum RI pada tanggal 2 Maret 2026. Bli Pasek adalah sosok yang tepat memimpin PKN," ujar Anas.

Komitmen Berpolitik di Luar Partai

Meskipun telah meninggalkan PKN, Anas menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak berarti ia berhenti dari dunia politik. Ia tetap ingin berkontribusi, khususnya dalam kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan generasi muda. "Apakah saya berhenti berpolitik? Tidak," tegasnya. Anas menyampaikan bahwa aktivitas politiknya kini lebih terfokus pada mendampingi anak-anak muda agar memiliki kesadaran dan kesiapan untuk menjadi calon pemimpin di masa depan. "Saya tetap berpolitik, khususnya dalam hal ikut menemani anak-anak muda dalam membangun kesadaran sebagai calon-calon petugas masa depan," katanya.

Menurut Anas, proses ini tidak hanya melibatkan pengembangan kemampuan politik, tetapi juga membangun kesadaran dan tanggung jawab terhadap kepentingan bangsa. "Membersamai proses tumbuhnya kesadaran, kecakapan dan rasa tanggung jawab kepada kebaikan negerinya," tutup Anas.

Artikel Terkait