Mantan Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) untuk Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Pilpres 2014, Andi Widjajanto, berbagi pengalaman mengenai ijazah Jokowi. Pengakuan ini disampaikan di saat kembali munculnya perdebatan mengenai keabsahan dokumen pendidikan Presiden ke-7 Republik Indonesia tersebut.
Andi menjelaskan bahwa ia berinteraksi langsung dengan ijazah Jokowi saat mengurus kelengkapan administrasi pencalonan Jokowi-JK pada tahun 2014. “Terkait dengan ijazah Pak Jokowi. Pelibatan saya hanya berkaitan dengan proses kelengkapan berkas administrasi calon presiden, calon wakil presiden di 2014. Saat itu saya menjabat sebagai Sekretaris Tim Kampanye Nasional untuk Jokowi-JK 2014,” ungkapnya.
Proses Administrasi Pencalonan
Menurut Andi, tim kampanye saat itu diwajibkan untuk menyiapkan berbagai dokumen sebagai syarat pencalonan. Ia mengungkapkan bahwa ia melihat dan memegang langsung ijazah Jokowi serta ijazah Jusuf Kalla. “Pada saat itu saya melihat, memegang langsung ijazah dari Pak Jokowi. Juga ijazah Pak JK,” jelasnya.
Dokumen yang dikumpulkan untuk keperluan pencalonan mencakup data pribadi dan riwayat pendidikan pasangan calon, termasuk ijazah dari tingkat sekolah hingga perguruan tinggi. “Semua berkas-berkas data diri, ijazah sekolah hingga ijazah universitas, dikumpulkan, diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum,” tambahnya.
Keterlibatan dalam Proses Verifikasi
Andi menegaskan bahwa perannya dalam proses tersebut bersifat administratif sebagai bagian dari tim kampanye. Setelah seluruh dokumen dikumpulkan dan diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), tugasnya dinyatakan selesai. Ia juga menjelaskan bahwa proses administrasi dilanjutkan dengan tahapan verifikasi persyaratan pencalonan Jokowi-JK. Menurut Andi, setelah dokumen dinyatakan memenuhi syarat, pasangan tersebut berhak mengikuti Pilpres 2014. “Tugas kami berakhir di situ. Dan proses pencalonan berakhir saat ijazah keduanya dinyatakan sah dan lengkap, sehingga calon kami berhak untuk mengikuti proses pemilihan presiden 2014,” tuturnya.
Pengalaman tersebut menjadi alasan Andi untuk memberikan penjelasan ketika polemik mengenai ijazah Jokowi muncul kembali. Ia mengaku sebagai salah satu orang yang pernah memegang dokumen pendidikan Jokowi dalam konteks administrasi pencalonan presiden. “Saya selalu akan bilang, saya salah satu orang yang merasa pernah memegang ijazah Jokowi di 2014,” kata Andi.
Pernyataan Andi merupakan kesaksian berdasarkan pengalamannya saat terlibat dalam proses administrasi pencalonan Jokowi-JK pada Pilpres 2014. Sementara itu, isu mengenai keabsahan dokumen pendidikan Jokowi masih menjadi bagian dari perdebatan publik yang perlu merujuk pada keterangan serta proses verifikasi dari pihak berwenang.