Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
Politik

Andi Widjajanto Ceritakan Pengalamannya Memegang Ijazah Jokowi pada 2014

Andi Widjajanto, mantan Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-JK, mengungkapkan bahwa ia pernah melihat dan memegang ijazah Jokowi saat proses administrasi pencalonan pada Pilpres 2014. Pengalaman i...

Karim Abinaya 07 September 2026 49 pembaca fajar.co.id fajar.co.id
Mantan Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Pemilu Presiden 2014, Andi Widjajanto
Mantan Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Pemilu Presiden 2014, Andi Widjajanto

Mantan Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) untuk Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Pilpres 2014, Andi Widjajanto, berbagi pengalaman mengenai ijazah Jokowi. Pengakuan ini disampaikan di saat kembali munculnya perdebatan mengenai keabsahan dokumen pendidikan Presiden ke-7 Republik Indonesia tersebut.

Andi menjelaskan bahwa ia berinteraksi langsung dengan ijazah Jokowi saat mengurus kelengkapan administrasi pencalonan Jokowi-JK pada tahun 2014. “Terkait dengan ijazah Pak Jokowi. Pelibatan saya hanya berkaitan dengan proses kelengkapan berkas administrasi calon presiden, calon wakil presiden di 2014. Saat itu saya menjabat sebagai Sekretaris Tim Kampanye Nasional untuk Jokowi-JK 2014,” ungkapnya.

Proses Administrasi Pencalonan

Menurut Andi, tim kampanye saat itu diwajibkan untuk menyiapkan berbagai dokumen sebagai syarat pencalonan. Ia mengungkapkan bahwa ia melihat dan memegang langsung ijazah Jokowi serta ijazah Jusuf Kalla. “Pada saat itu saya melihat, memegang langsung ijazah dari Pak Jokowi. Juga ijazah Pak JK,” jelasnya.

Dokumen yang dikumpulkan untuk keperluan pencalonan mencakup data pribadi dan riwayat pendidikan pasangan calon, termasuk ijazah dari tingkat sekolah hingga perguruan tinggi. “Semua berkas-berkas data diri, ijazah sekolah hingga ijazah universitas, dikumpulkan, diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum,” tambahnya.

Keterlibatan dalam Proses Verifikasi

Andi menegaskan bahwa perannya dalam proses tersebut bersifat administratif sebagai bagian dari tim kampanye. Setelah seluruh dokumen dikumpulkan dan diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), tugasnya dinyatakan selesai. Ia juga menjelaskan bahwa proses administrasi dilanjutkan dengan tahapan verifikasi persyaratan pencalonan Jokowi-JK. Menurut Andi, setelah dokumen dinyatakan memenuhi syarat, pasangan tersebut berhak mengikuti Pilpres 2014. “Tugas kami berakhir di situ. Dan proses pencalonan berakhir saat ijazah keduanya dinyatakan sah dan lengkap, sehingga calon kami berhak untuk mengikuti proses pemilihan presiden 2014,” tuturnya.

Pengalaman tersebut menjadi alasan Andi untuk memberikan penjelasan ketika polemik mengenai ijazah Jokowi muncul kembali. Ia mengaku sebagai salah satu orang yang pernah memegang dokumen pendidikan Jokowi dalam konteks administrasi pencalonan presiden. “Saya selalu akan bilang, saya salah satu orang yang merasa pernah memegang ijazah Jokowi di 2014,” kata Andi.

Pernyataan Andi merupakan kesaksian berdasarkan pengalamannya saat terlibat dalam proses administrasi pencalonan Jokowi-JK pada Pilpres 2014. Sementara itu, isu mengenai keabsahan dokumen pendidikan Jokowi masih menjadi bagian dari perdebatan publik yang perlu merujuk pada keterangan serta proses verifikasi dari pihak berwenang.

Artikel Terkait