JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengungkapkan bahwa masalah keracunan yang dialami oleh penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat kompleks dan tidak mudah untuk diatasi. Dalam sebuah Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, pada Kamis (3/9), dia bahkan berani bertaruh dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, bahwa insiden keracunan MBG akan terus terjadi jika tidak ada perubahan dalam pengelolaannya.
Edy menegaskan bahwa variabel yang menyebabkan keracunan ini sangat rumit, sehingga tidak bisa dipastikan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang. "Variabelnya kompleks, enggak bisa dengan yakin bahwa keracunan (MBG) ini enggak akan terjadi lagi, sudahlah, taruhan sama saya," ujarnya.
Pentingnya Perbaikan Tata Kelola
Dia menekankan bahwa kasus keracunan akan terus berlanjut jika pengelolaan MBG oleh BGN tidak diperbaiki, termasuk melibatkan pemerintah daerah dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam eksekusi program. "Libatkan BPOM, libatkan pemerintah daerah, itu enggak dipenuhi, BGN ini mau main sendiri vertikal seragam serentak," tambahnya.
Menurut Edy, saat ini pemenuhan menu MBG sebagian besar hanya melibatkan sukarelawan yang tidak memiliki latar belakang dalam pengelolaan makanan, sehingga meningkatkan risiko terjadinya keracunan. "SPPI muda-muda dipaksa, yang enggak punya background sama sekali mengelola siap saji dengan volume dua ribu per hari, ini sulit, Pak," lanjutnya dalam rapat tersebut.
Pesan untuk Pejabat BGN
Edy menegaskan bahwa pernyataannya bukan untuk menakut-nakuti pejabat di BGN, melainkan sebagai peringatan. "Saya tidak menakut-nakuti, tetapi ini menjadi warning semua. Pak Kepala Badan diuji betul, kami akan support, PDIP akan support, don't worry, karena di dalam kongres kami sudah diarahkan intervensi nutrisi untuk mengatasi masalah malnutrisi, termasuk stunting," jelasnya.