Update
Penyidikan Kasus MBG Berlanjut, Jumlah Tersangka Meningkat Jadi Lima Wakil Menteri PPPA Tegaskan Hak Restitusi untuk Anak Korban Perundungan Wakapolda Metro Jaya Aksi Bersih-Bersih Usai Pengawalan Demonstrasi Kejagung Ungkap Dua Klaster Korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis Inovasi Grafting Takokak Mahasiswa UPN Yogyakarta Raih Medali Perak di Tingkat Nasional Meningkatkan Kemudahan Pembuatan Website dengan AI, Namun Waspadai Ancaman Siber! Penutupan Jalan Layang Semanggi Akibat Aksi Unjuk Rasa, Berikut Rute Alternatifnya Inovasi Lokal Diperkenalkan di Bali Wellness dan Beauty Expo oleh Itera Kementerian Komunikasi dan Digital Tegaskan Berita Puan Maharani Dilaporkan Terkait Korupsi adalah Hoaks Inovasi Duta Kebersihan di Kepulauan Seribu untuk Edukasi Lingkungan Penyidikan Kasus MBG Berlanjut, Jumlah Tersangka Meningkat Jadi Lima Wakil Menteri PPPA Tegaskan Hak Restitusi untuk Anak Korban Perundungan Wakapolda Metro Jaya Aksi Bersih-Bersih Usai Pengawalan Demonstrasi Kejagung Ungkap Dua Klaster Korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis Inovasi Grafting Takokak Mahasiswa UPN Yogyakarta Raih Medali Perak di Tingkat Nasional Meningkatkan Kemudahan Pembuatan Website dengan AI, Namun Waspadai Ancaman Siber! Penutupan Jalan Layang Semanggi Akibat Aksi Unjuk Rasa, Berikut Rute Alternatifnya Inovasi Lokal Diperkenalkan di Bali Wellness dan Beauty Expo oleh Itera Kementerian Komunikasi dan Digital Tegaskan Berita Puan Maharani Dilaporkan Terkait Korupsi adalah Hoaks Inovasi Duta Kebersihan di Kepulauan Seribu untuk Edukasi Lingkungan
Politik

Anggota DPRD PAN Terjun Langsung Pelajari Pengelolaan Sampah Bersama Pasukan Oranye

Dalam kegiatan Workshop Nasional di Jakarta, anggota DPRD Partai Amanat Nasional (PAN) melakukan kunjungan lapangan untuk belajar tentang pengelolaan sampah bersama petugas kebersihan yang dikenal seb...

Arya Yudhistira 11 June 2026 6 pembaca sorotpolitik.kompas.com sorotpolitik.kompas.com
Anggota DPRD PAN Terjun Langsung Pelajari Pengelolaan Sampah Bersama Pasukan Oranye
sorotpolitik.kompas.com

Kegiatan Workshop Nasional Fraksi DPRD Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta menghadirkan suasana yang berbeda. Para anggota DPRD dari berbagai daerah terjun langsung ke lapangan untuk mempelajari pengelolaan sampah bersama petugas kebersihan, yang akrab disebut Pasukan Oranye. Kegiatan ini bertujuan untuk menjembatani hubungan antara pembuat kebijakan dan pelaksana layanan publik di lapangan.

Selama kegiatan, para legislator tidak hanya mengamati proses kerja petugas kebersihan, tetapi juga terlibat dalam diskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan hingga penanganan di tingkat kota. Anggota DPRD PAN berkesempatan untuk berdialog langsung dengan petugas kebersihan guna memahami kondisi kerja, kendala yang dihadapi, serta masukan terkait sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.

Respon Positif dari Petugas Kebersihan

Pendekatan ini mendapatkan sambutan baik dari para petugas yang selama ini berada di garis depan menjaga kebersihan lingkungan. Salah satu anggota Pasukan Oranye, Slamet (45), menyatakan, “Saya kaget, biasanya kami jarang diajak berdiskusi atau dimintai pendapat. Kali ini anggota dewan datang langsung, belajar cara memilah sampah dan bertanya tentang kesulitan yang kami hadapi di lapangan. Rasanya pekerjaan kami dihargai.”

Pentingnya Pengalaman Lapangan dalam Kebijakan

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, menekankan bahwa masalah sampah di perkotaan adalah isu struktural yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan teoritis atau kegiatan seremonial. Oleh karena itu, pengalaman langsung di lapangan sangat penting bagi anggota DPRD PAN dalam merumuskan kebijakan di daerah masing-masing. “Formulasi kebijakan publik tidak boleh lahir dari ruang hampa atau sekadar perdebatan teoretis di ruang sidang. Anggota DPRD PAN kami utus menjadi 'murid' di lapangan agar mereka memiliki empati struktural. Suara, keringat, dan realita yang dihadapi Pasukan Oranye adalah data sosiologis paling jujur yang harus diwujudkan menjadi regulasi daerah (Perda) yang konkret dan memanusiakan manusia,” tegas Zulhas.

Ia juga menambahkan bahwa masukan yang diperoleh selama kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bahan bagi anggota DPRD PAN dalam menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan, termasuk mendorong lahirnya peraturan daerah (perda) yang lebih aplikatif dan berpihak kepada para pekerja kebersihan.

Artikel Terkait