Update
Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow Akademisi Menyatakan Penanganan Kasus Korupsi Mantan Jampidsus Harus Profesional Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow Akademisi Menyatakan Penanganan Kasus Korupsi Mantan Jampidsus Harus Profesional
Politik

Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP

Keputusan Kaesang Pangarep untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Dapil V Jawa Tengah pada Pemilu 2029 mengundang perhatian, terutama terkait dampaknya bagi PDIP. Pengamat politik Heru Sub...

Yoga Samadhi 28 July 2026 2 pembaca fajar.co.id fajar.co.id
Heru Subagia
Heru Subagia

Keputusan Kaesang Pangarep, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah pada Pemilu 2029 menjadi topik hangat perbincangan. Langkah politik putra bungsu Presiden Joko Widodo ini tidak hanya sekadar perebutan kursi legislatif, tetapi juga menandai munculnya persaingan baru antara PSI dan PDI Perjuangan (PDIP).

Respons Ganjar Terhadap Pencalonan Kaesang

Heru Subagia, seorang pengamat politik dan ekonomi, menyatakan bahwa komentar Ganjar Pranowo mengenai pencalonan Kaesang mencerminkan meningkatnya ketegangan politik menjelang kontestasi 2029. Ia menilai respons Ganjar cukup menarik untuk diperhatikan. "Ini cukup menggelitik dan menarik ketika Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah dua periode dan mantan capres 2024, memberikan komentar keras dan bisa dikatakan provokatif terhadap pencalonan Kaesang, Ketua Umum PSI," ungkap Heru.

Heru menekankan bahwa Dapil V Jawa Tengah dikenal sebagai basis kuat PDIP, sehingga setiap dinamika politik di wilayah tersebut patut dicermati. "Dapil tersebut merupakan bagian dari kandang banteng PDIP. Ketika Pak Ganjar memberikan pendapat terkait pencalonan Kaesang di dapil neraka ini, ada kaitannya juga dengan kesiapan Pak Ganjar dalam kondisi saat ini, ketika ambang batas pencalonan presiden sudah dihapus," jelasnya.

Dinamika Pilpres dan Peluang Kaesang

Heru juga mengaitkan situasi ini dengan perubahan aturan mengenai ambang batas pencalonan presiden. Ia menjelaskan bahwa setelah dihapusnya presidential threshold, setiap warga negara yang memenuhi syarat berhak untuk maju sebagai calon presiden. "Artinya, siapa pun saat ini, tanpa melihat partai mana pun, setiap individu dan warga negara berhak dicalonkan menjadi presiden," ucapnya.

Heru mempertanyakan apakah Ganjar masih memiliki keinginan untuk bertarung di Pilpres mendatang. "Ini ada kaitannya dengan kesiapan Kaesang menjadi calon DPR RI Dapil V. Tentunya saya juga bertanya kepada Pak Ganjar, apakah juga siap atau mau maju sebagai capres lagi," katanya.

Ia menilai komentar Ganjar sebagai bentuk respons politik terhadap masuknya Kaesang ke wilayah yang selama ini identik dengan PDIP. "Ini tentunya akan menjadi level to level ketika Pak Ganjar memberikan komentar yang cenderung provokatif sebagai bentuk pembelaan terhadap wilayah atau kandang PDIP," tambahnya.

Keuntungan Kaesang di Dapil V

Heru percaya bahwa Kaesang memiliki peluang besar untuk meraih suara di Dapil V Jawa Tengah, terutama karena Solo, yang memiliki keterkaitan erat dengan Jokowi, menjadi salah satu faktor keuntungan. "Saya melihat PDIP menganggap pencalonan Kaesang sebagai perseteruan politik yang semakin masif dan brutal," jelasnya.

Ia juga mencatat bahwa PSI mulai mendapatkan dukungan di beberapa kabupaten dan kota di wilayah tersebut. "Dalam kontestasi politik, PSI sudah banyak terwakili di beberapa kabupaten dan kota, terutama di Dapil V ini, sehingga dianggap memiliki basis suara," terangnya.

Lebih lanjut, Heru menekankan bahwa pengaruh Jokowi menjadi variabel penting dalam pertarungan politik di kawasan tersebut. "Yang paling berbahaya dan menjadi potensi malapetaka bagi PDIP adalah Solo merupakan tempat di mana Pak Jokowi sekarang tinggal," ujarnya. Ia juga menyinggung anggapan bahwa Solo kini memiliki posisi strategis dalam konstelasi politik nasional.

Prediksi Masa Depan PSI dan PDIP

Heru memprediksi bahwa Kaesang akan lebih mudah mendapatkan dukungan pemilih di Dapil V Jawa Tengah berkat pengaruh Jokowi. Ia menilai bahwa kondisi ini memaksa PDIP untuk lebih serius mempertimbangkan PSI sebagai kompetitor utama. "Pengaruh Pak Jokowi menyebabkan manajemen konflik politik PDIP lebih serius menyoroti PSI sebagai kompetitor yang paling diperhitungkan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perebutan suara tidak hanya akan terjadi pada pemilihan legislatif, tetapi juga akan berdampak pada kontestasi pemilihan presiden. "Secara umum, benar bahwa massa pemilih akan diperebutkan, baik pada Pilpres maupun Pileg. Basis pemilih yang diperebutkan adalah basis merah. Artinya, PDIP yang akan mendapatkan tekanan atau potensi kehilangan suara paling besar," jelas Heru.

Heru juga mencatat bahwa safari politik Jokowi yang belakangan ini dilakukan turut memperkuat posisi PSI dalam menghadapi Pemilu 2029. "Kembali lagi saya menyoroti bahwa dalam konteks kompetisi nasional, baik Pileg maupun Pilpres, saya melihat PDIP, baik di tingkat lokal maupun nasional, sangat menyoroti gerak dan strategi PSI. Seirama dengan safari politik Pak Jokowi, ini menjadi tantangan sekaligus potensi malapetaka bagi PDIP," tegasnya.

Ia menilai bahwa PDIP berpotensi menghadapi perpindahan basis pemilih ke PSI, terutama dari kalangan loyalis Jokowi. "PDIP mempunyai kekhawatiran yang sangat besar terhadap elektabilitas dan elektoral Jokowi, serta potensi perpindahan massa secara masif. Baik pemilih pada Pileg maupun Pilpres kemarin yang merupakan loyalis Jokowi, terdapat potensi hijrah secara masif dari basis pemilih PDIP ke dalam pengaruh PSI dan Jokowi itu sendiri," pungkasnya.

Artikel Terkait