Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
Teknologi

--- Apakah Kesurupan Dapat Menular? Ini Penjelasan dari Ahli Universitas Indonesia ---

--- Fenomena kesurupan massal yang sering terjadi di berbagai tempat seperti sekolah dan pabrik ternyata dapat dijelaskan secara ilmiah melalui mekanisme psikologis. ---

Lare Ayu 12 July 2026 90 pembaca inews.id inews.id
Advertisement
Advertisement
---TITLEEXCERPT--- Fenomena kesurupan massal yang sering terjadi di berbagai tempat seperti sekolah dan pabrik ternyata dapat dijelaskan secara ilmiah melalui mekanisme psikologis. ---CONTENT---

JAKARTA – Kesurupan massal yang sering terjadi di berbagai lokasi seperti sekolah, pabrik, dan pesantren sering kali dianggap sebagai gangguan dari makhluk halus. Namun, menurut penjelasan ilmiah, kesurupan dapat "menular" melalui mekanisme psikologis yang dikenal sebagai penularan sosial.

Penjelasan Ilmiah tentang Kesurupan

Guru Besar MIPA Universitas Indonesia (UI), Prof. Agustino Zulys, menyatakan bahwa kesurupan massal bukan hanya sekadar fenomena mistis. Dalam konteks psikologi modern, kondisi ini dikenal dengan istilah Dissociative Trance Disorder, yaitu gangguan yang ditandai dengan perubahan kesadaran, hilangnya kontrol sementara terhadap perilaku, serta amnesia sesaat setelah individu kembali sadar.

Menurut Prof. Zulys, kondisi ini biasanya dipicu oleh tekanan psikologis yang berlangsung dalam jangka waktu lama, seperti konflik batin, kecemasan, dan stres yang tidak terkelola.

“Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengalami kesurupan patologis umumnya memiliki tekanan psikologis yang lama, konflik batin, kecemasan, serta mekanisme pertahanan diri yang akhirnya meledak dalam bentuk disosiasi,” ungkapnya.

Fenomena Penularan Sosial dalam Kesurupan

Prof. Zulys juga menambahkan bahwa salah satu alasan mengapa kesurupan bisa terjadi secara massal adalah adanya fenomena penularan sosial. Dalam situasi tertentu, emosi yang dirasakan oleh seseorang dapat memengaruhi orang lain yang berada dalam lingkungan yang sama.

Artikel Terkait