Update
News

Banjir Melanda Sembilan RW di Ciracas Akibat Luapan Kali Cipinang

Hujan deras menyebabkan luapan Kali Cipinang, merendam sembilan RW di Ciracas. Warga menyaksikan dampak parah bencana ini.

Arya Yudhistira 22 March 2026 31 pembaca liputan6.com liputan6.com
Banjir Melanda Sembilan RW di Ciracas Akibat Luapan Kali Cipinang
liputan6.com

Banjir yang melanda wilayah Ciracas, Jakarta Timur, telah merendam sembilan Rukun Warga (RW) akibat luapan Kali Cipinang yang terjadi pada Senin (2/10). Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur daerah tersebut, menyebabkan aliran sungai meluap dan menggenangi area permukiman di sekitar.

Salah satu warga setempat, Budi Rahman, menjelaskan situasi yang terjadi saat banjir melanda. "Kondisi sangat kacau, air tiba-tiba masuk ke rumah kami. Tidak ada waktu untuk menyelamatkan barang-barang," ujarnya. Banjir ini mengakibatkan kerugian material bagi banyak keluarga yang tinggal di kawasan tersebut, dengan beberapa rumah terendam hingga ketinggian satu meter.

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, banjir ini juga menghambat akses transportasi dan pelayanan publik di wilayah tersebut. Pihak BPBD menyatakan bahwa banjir ini merupakan dampak dari curah hujan yang tinggi dan sistem drainase yang tidak memadai untuk menampung volume air yang besar. "Kami sudah melakukan upaya penanganan, tetapi volume air yang masuk sangat tinggi," ungkap Kepala BPBD DKI Jakarta, Sabdo Kurnianto.

Banjir yang terjadi di Ciracas menunjukkan perlunya peningkatan infrastruktur pengelolaan air di daerah tersebut serta penanggulangan bencana yang lebih baik. Warga berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan preventif agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. "Kami sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah. Ini bukan pertama kalinya kami mengalami banjir seperti ini," kata Siti, salah satu ibu rumah tangga yang terkena dampak.

Saat ini, proses evakuasi dan penyaluran bantuan kepada para korban banjir sedang dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, PMI, dan relawan setempat. Mereka berusaha memberikan dukungan kepada warga yang terdampak melalui penyediaan makanan dan kebutuhan dasar lainnya.

Seiring dengan upaya penanggulangan yang sedang berlangsung, pihak berwenang juga tengah melakukan evaluasi terkait sistem drainase dan pengelolaan sungai di Jakarta. "Kami akan mempelajari dan mengevaluasi kembali sistem yang ada agar dapat mengurangi risiko banjir di masa yang akan datang," tambah Sabdo. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari bencana serupa di waktu yang akan datang.

Saat ini, para penduduk di wilayah yang terdampak banjir masih waspada terhadap kemungkinan hujan deras lanjutan, dan diharapkan kondisi cuaca segera membaik untuk memfasilitasi proses pemulihan yang lebih cepat.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait