Bareskrim Polri masih melanjutkan penyelidikan terkait 320 warga negara asing (WNA) yang terlibat dalam judi online internasional yang berhasil digerebek di Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Saat ini, pihak kepolisian tengah memburu individu atau kelompok yang diduga berperan sebagai penyewa atau sponsor bagi para pelaku tersebut.
Penyelidikan Aliran Dana dan Sponsor
Menurut Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, pengembangan kasus ini kini berfokus pada aliran dana dan pihak-pihak yang membawa para pelaku ke Indonesia. "Kami akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penelusuran baik itu aliran dana maupun sponsor daripada mereka atau para pelaku yang mendatangkan ke sini," ungkapnya pada Minggu (10/5/2026).
Selain itu, pihak kepolisian juga sedang mencari individu yang menyediakan tempat dan fasilitas bagi ratusan WNA tersebut. Penyelidikan ini dilakukan bersamaan dengan proses hukum yang sedang berlangsung terhadap para tersangka. "Termasuk melakukan penelusuran terhadap siapa yang menyewa, sponsor, dan yang menyediakan sarana dan prasarana bagi para pelaku," tambahnya.
Status Hukum dan Proses Imigrasi
Saat ini, 320 WNA tersebut ditahan di Rumah Detensi dan Ruang Detensi Imigrasi di Kuningan dan Jakarta Barat, menunggu proses penyelidikan lebih lanjut. Dari jumlah tersebut, 228 di antaranya adalah laki-laki dan 96 perempuan. "Terhadap mereka, tetap kita akan lakukan pendalaman dan pengembangan sehingga terhadap mereka nanti yang sudah kita tetapkan sebagai tersangka akan tetap kami proses secara pidana dan akan kami limpahkan ke kejaksaan sampai dengan sidang pengadilan," jelas Wira.
Kepala Subdirektorat Pengawasan Ditjen Imigrasi, Arief Eka Riyanto, juga mengungkapkan bahwa pihaknya turut menyelidiki kemungkinan pelanggaran keimigrasian yang dilakukan oleh para WNA tersebut. Imigrasi juga sedang mencari penjamin dan sponsor yang memungkinkan mereka berada di Indonesia. "Kami juga akan melakukan penelusuran terkait dengan sponsor, penjamin warga negara asing ini untuk berada di Indonesia," tutupnya.