Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
News

BMKG Melaporkan 3.002 Gempa Susulan Terjadi di Nusa Tenggara Timur

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ribuan gempa susulan yang mengguncang Nusa Tenggara Timur, dengan total 3.002 kejadian dalam rentang waktu tertentu.

Bima Candrakumara 20 August 2026 50 pembaca jpnn.com jpnn.com
BMKG Catat Sebanyak 3.002 Gempa Susulan di NTT
BMKG Catat Sebanyak 3.002 Gempa Susulan di NTT

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mengalami gempa susulan dalam jumlah yang signifikan. Sejak hari Sabtu, 15 Agustus hingga Rabu, 19 Agustus 2026, tercatat sebanyak 3.002 gempa susulan terjadi di wilayah tersebut.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Dr. Nelly Florida Riama, menjelaskan, "Tanggal 19 Agustus 2026 pukul 14.00 hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 3.002 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo 1,1 sampai 6,2." Ia juga menambahkan bahwa dari jumlah tersebut, sebanyak 86 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat, meskipun sebagian besar merupakan gempa kecil.

Detail Gempa yang Dirasakan Masyarakat

Nelly menyatakan, "Dan sebanyak 86 gempa bumi susulan ini dilaporkan dirasakan oleh masyarakat, dan terdapat 25 kejadian dengan magnitudo 5 atau lebih." Hal ini menunjukkan bahwa meskipun banyak gempa yang terjadi, tidak semuanya memiliki dampak yang signifikan bagi masyarakat.

Perkiraan Laju Gempa Susulan

BMKG menggunakan model untuk memprediksi laju gempa susulan dan Nelly menyebutkan bahwa tingkat aktivitas gempa susulan diperkirakan akan berada pada level yang relatif rendah. "Model yang ada saat ini memperkirakan laju gempa susulan dapat mencapai tingkat yang relatif rendah di 2 atau 3 sampai satu bulan ke depan, mungkin di akhir September 2026," tuturnya.

Walaupun demikian, Nelly menegaskan bahwa perkiraan tersebut tidak berarti bahwa gempa susulan akan sepenuhnya berhenti. "Estimasi ini sifatnya sangat dinamis dan akan terus diperbaharui sesuai dengan perkembangan data gempa susulan yang kami rekam," tambahnya.

Artikel Terkait