Pernyataan yang dilontarkan oleh Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Projo, baru-baru ini menjadi sorotan publik. Dalam klarifikasinya, Budi Arie mengungkapkan permintaan maaf kepada semua pihak yang merasa terganggu atau tidak nyaman dengan ucapannya. Ia menegaskan bahwa pandangan yang disampaikannya adalah pendapat pribadi dan tidak ada hubungannya dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Pernyataan ini muncul setelah beredarnya video yang menunjukkan Budi Arie membahas kemungkinan terjadinya 'percepatan' pemilu sebelum tahun 2029. Terkait hal ini, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga menyatakan bahwa pernyataan Budi Arie tidak mencerminkan sikap partai.
Pernyataan Maaf dan Penjelasan Budi Arie
Dalam klarifikasinya, Budi Arie secara terbuka meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman. "Saya memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut," ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa pernyataannya tidak mewakili organisasi atau pihak lain dan merupakan pandangan pribadinya. "Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan, satu, pernyataan dan analisa tersebut merupakan pernyataan dan analisa pribadi saya," tambahnya.
Menegaskan Tidak Ada Keterkaitan dengan Jokowi
Budi Arie juga menegaskan bahwa pernyataannya tidak ada kaitannya dengan Jokowi. Penegasan ini penting karena video yang beredar menunjukkan dirinya berada dalam forum yang sama dengan Presiden. "Kedua, pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan mengkaitnya dengan Bapak Joko Widodo," tegasnya. Ia menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab atas pernyataan yang telah disampaikan, termasuk menerima segala konsekuensi yang mungkin timbul. "Yang ketiga, saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi. Karena analisa dan pernyataan saya tersebut," tandasnya.
Sebelumnya, Ketua DPP PSI Bidang Litbang, Dedek Prayudi, menyesalkan pernyataan Budi Arie. Ia menyatakan bahwa diskusi mengenai kesiapan menghadapi kemungkinan percepatan siklus politik lima tahunan justru dapat memunculkan spekulasi, terutama saat ini ketika upaya menjaga soliditas koalisi pemerintahan sedang dilakukan. Dedek juga menekankan bahwa pernyataan Budi Arie yang disampaikan di samping Jokowi dapat menempatkan situasi politik dalam posisi yang tidak menguntungkan. “Ini seperti menjebak Pak Jokowi,” ujarnya.
Dedek juga mengungkapkan keheranannya terhadap pernyataan Budi Arie yang membahas kesiapan menghadapi percepatan siklus politik. Ia berpendapat bahwa saat ini seharusnya fokus pada menjaga kekompakan semua unsur pendukung pemerintahan. “Kita sibuk menjaga kekompakan koalisi, dia berbicara kesiapan menghadapi percepatan siklus 5 tahunan di samping Pak Jokowi,” tegasnya. Dedek menambahkan bahwa jika memang ada isu mengenai kemungkinan percepatan, yang seharusnya ditekankan adalah soliditas, bukan pernyataan kesiapan. “Kalau emang ada isu percepatan, bukan kesiapan yang harus dikumandangkan, tapi kerapatan barisan yang harus semakin dijaga,” pungkasnya.