Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
News

Bus Persib U-18 Diserang di Rest Area Batang, Manajemen Tempuh Jalur Hukum

Nasywa Fattari 12 October 2026 62 pembaca
Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Rest Area Batang (Ist)
Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Rest Area Batang (Ist)

Kronologi Penyerangan dan Dugaan Penjarahan Koper

Bus rombongan tim Persib Bandung U-18 menjadi sasaran aksi penyerangan oleh sekelompok oknum di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Insiden tersebut terjadi saat Skuad Maung Ngora tengah menempuh perjalanan pulang menuju Bandung usai melakoni laga kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-18 melawan Garuda United di Solo.

Berdasarkan informasi awal, rombongan Persib berpapasan dengan kelompok suporter rival yang sedang dalam perjalanan pulang usai mendukung timnya bertanding di Yogyakarta. Bus tim Persib U-18 kemudian diserang oleh oknum yang diduga berasal dari rombongan tersebut. Akibat insiden ini, armada bus mengalami kerusakan fisik dan sejumlah koper milik ofisial serta anggota tim diduga dijarah oleh para pelaku.


Personel Tertinggal hingga Alami Kekerasan Fisik

Kericuhan tersebut turut menyebabkan dua personel ofisial Persib, yakni Media Officer EPA Pandu Persada dan perwakilan Akademi Persib, Ridwan, terpisah dari rombongan utama saat hendak kembali ke bus dari area toilet rest area.

Massa yang banyak dan situasi yang tidak kondusif membuat keduanya tidak sempat naik kembali ke kendaraan, hingga bus tim EPA terpaksa melanjutkan perjalanan lebih awal. Dalam kondisi tertinggal tersebut, Pandu dilaporkan mengalami aksi kekerasan fisik oleh sejumlah orang yang terlibat penyerangan, sebelum akhirnya berhasil menyelamatkan diri dan berlindung di sebuah tempat tambal ban di area peristirahatan tersebut.

Sementara itu, Ridwan berhasil meninggalkan lokasi kejadian setelah menumpang mobil milik salah satu orang tua pemain Persib U-18. Pihak klub kemudian berkoordinasi intensif dengan kepolisian setempat guna memastikan perlindungan dan proses evakuasi Pandu berjalan aman.


Sikap Tegas Manajemen

Manajemen Persib Bandung mengecam keras aksi anarkistis tersebut dan menegaskan akan membawa perkara ini ke jalur hukum demi menjamin keadilan bagi para korban serta menindak para pelaku perusakan.

"Persib memandang serius insiden ini karena menyangkut keselamatan personel yang sedang menjalankan tugas profesional, sekaligus dugaan perusakan kendaraan dan pengambilan barang milik rombongan tanpa hak," tulis manajemen Persib dalam rilis resminya, Senin (12/10/2026).

"Segala bentuk kekerasan dan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain tidak dapat dibenarkan. Oleh karena itu, kejadian ini perlu ditangani secara serius, objektif, dan melalui jalur hukum agar fakta dapat diungkap serta pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku," tegas pihak klub.

Di samping menempuh langkah hukum, manajemen Persib mengimbau seluruh suporter untuk tetap berkepala dingin dan tidak terprovokasi melakukan aksi balasan yang berpotensi memperkeruh situasi maupun merugikan klub.

"Persib mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terdampak dan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik. Seluruh pihak juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan balasan yang dapat memperburuk situasi," tutup keterangan resmi tersebut.

Artikel Terkait