JAKARTA, iNews.id - Abu vulkanik yang dihasilkan oleh Gunung Anak Krakatau bukanlah sekadar debu yang mengaburkan langit. Bagi dunia penerbangan, material ini menjadi ancaman serius karena dapat mengganggu fungsi mesin pesawat. Lalu, apa yang menyebabkan abu vulkanik dapat membuat pesawat dilarang terbang? Berikut penjelasannya.
Abu vulkanik terdiri dari partikel-partikel kecil yang berasal dari batuan, mineral, dan kaca vulkanik. Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan material ini terbawa angin hingga jarak yang jauh dari lokasi gunung api. Permasalahan muncul ketika pesawat melewati area yang mengandung abu vulkanik.
Risiko Terhadap Mesin Pesawat
Partikel abu vulkanik dapat terhisap ke dalam mesin jet. Dengan suhu yang sangat tinggi di dalam mesin, sebagian dari material kaca vulkanik dapat meleleh dan menempel pada komponen mesin. Endapan ini dapat mengganggu aliran udara di dalam mesin, yang pada gilirannya menurunkan kinerjanya. Dalam situasi tertentu, mesin pesawat bahkan dapat mengalami kehilangan pembakaran atau flameout, yang menyebabkan daya dorong pesawat berkurang atau bahkan hilang sepenuhnya.
Pentingnya Waspada Terhadap Abu Vulkanik
Oleh karena itu, ketika terdapat aktivitas vulkanik yang signifikan, otoritas penerbangan sering kali mengeluarkan larangan terbang untuk memastikan keselamatan. Keberadaan abu vulkanik yang tidak terdeteksi dapat berpotensi menimbulkan bahaya yang besar bagi penerbangan, sehingga kewaspadaan menjadi sangat penting dalam situasi seperti ini.