Danantara Indonesia masih menawarkan pilihan pengembalian dana (refund) kepada konsumen yang terlibat dalam proyek LRT City yang mengalami penundaan. Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, menegaskan bahwa opsi refund tetap tersedia bagi konsumen yang menginginkannya.
“Semua ada opsinya. Ada yang mau refund silakan, yang enggak juga silakan,” ungkap Dony saat ditemui di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, pada Kamis (8/10).
Saran untuk Tidak Mengambil Refund
Walaupun opsi pengembalian dana ada, Dony malah menyarankan konsumen untuk tidak menarik dana mereka. Ia menjelaskan bahwa proses pembangunan proyek telah dilanjutkan sejak 1 Oktober lalu setelah dilakukan perbaikan oleh pihak Danantara.
Menurut Dony, konsumen yang memilih untuk menarik dana mereka akan merugi, karena harga properti saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang mereka bayar sebelumnya. “Kami juga mengimbau tidak perlu refund. Ngapain (refund)? Karena nanti harganya kan akan naik. Sayang kan kalau nanti refund dapat rumah yang lain lagi malah lebih mahal harganya,” jelasnya.
Keunggulan Lokasi dan Rencana Pengembangan
Dony menambahkan bahwa kawasan LRT City memiliki lokasi yang sangat strategis. Danantara juga berencana untuk menambah fasilitas area komersial di kompleks hunian terintegrasi transportasi tersebut.
Untuk memastikan proyek berjalan dengan baik, Dony memberikan instruksi tegas kepada PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), yang bertindak sebagai pengembang proyek. Ia menekankan perlunya pengerjaan lanjutan proyek LRT City dilakukan dengan standar kualitas tinggi demi menjaga reputasi Danantara dan ADCP.
Ada beberapa proyek yang saat ini terhenti, seperti LRT City Ciracas dan LRT City Tebet, yang strukturnya telah mencapai tahap topping off, namun pekerjaan interior dan pembangunan fasilitas terhenti setelah Lebaran 2025. Sementara itu, LRT City Cibubur belum memasuki tahap pembangunan fisik, dan lahan proyek tersebut masih kosong hingga saat ini.