Sayembara yang diluncurkan oleh Prof Denny Indrayana untuk mencari ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mendapatkan tanggapan. Kali ini, Jubir PSI, Dian Dandi Utama, memberikan komentarnya dengan menilai bahwa sayembara tersebut dibangun di atas premis yang tidak sesuai dengan dokumen pendidikan yang dipertanyakan.
Dian Mempertanyakan Objek Sayembara
Dian menegaskan bahwa syarat sayembara yang meminta masyarakat untuk menunjukkan ijazah SMA Gibran tidak realistis. Ia berpendapat bahwa dokumen yang dicari tidak akan ditemukan jika yang dimaksud adalah ijazah SMA seperti yang disyaratkan. "Barang tidak ada disayembarakan, itu seperti mau ngasih duit tapi disuruh nyari telur kambing!," ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa dokumen pendidikan Gibran dari Orchid Park Secondary School dan UTS Insearch sebelumnya telah ditunjukkan, namun masing-masing dokumen tersebut kembali dipersoalkan. "Ditunjukkan dari Orchid Park, dibilang setara SMP. Ditunjukkan dari UTS Insearch, dibilang setara Kursus," tambahnya.
Polemik yang Berulang
Dian menilai bahwa masalah yang terus berulang ini mencerminkan suatu kondisi yang seharusnya tidak terjadi. Ia bahkan menyatakan bahwa situasi ini merupakan salah satu ciri khas yang sering muncul di negara berkembang. "Emang ciri Negara berkembang!," tegasnya. Menurutnya, jika yang dicari adalah ijazah SMA, maka dokumen tersebut memang tidak ada sesuai dengan yang dimaksud dalam sayembara.
Sebelumnya, Denny Indrayana mengungkapkan kekecewaannya atas respons yang diterimanya setelah mengumumkan sayembara terkait ijazah SMA Gibran. Ia berpendapat bahwa masalah ini seharusnya dapat diselesaikan dengan cara yang lebih sederhana, yaitu dengan menunjukkan dokumen yang dimaksud kepada publik.
Denny juga mempertanyakan mengapa ijazah SMA Gibran sulit untuk ditampilkan. "Saya minta tunjukkan saja ijazah SMA kok sulit sekali Mas Gibran?," ujarnya. Ia menyinggung respons dari Ketua Jokowi Mania (Joman) Nusantara, Andi Azwan, yang cukup tegas terhadap isu ini. "Bung Andi Azwan, juga galak amat. Tinggal tunjukkan selesai," tambahnya.
Dalam perkembangan terbaru, Denny kembali menaikkan nilai hadiah dalam sayembara tersebut. Ia mengajak siapa saja yang dapat menunjukkan ijazah SMA Gibran untuk berpartisipasi, dengan hadiah yang kini meningkat menjadi Rp250 juta. "Ayo sayembara yang bisa tunjukkan ijazah Mas Gibran masih berlaku," ujarnya. Denny menegaskan bahwa nilai hadiah tersebut telah diperbarui dari jumlah sebelumnya.