JAKARTA – Meskipun telah meminta maaf, pernyataan Budi Arie Setiadi tentang kemungkinan terjadinya "percepatan" sebelum 2029 masih menjadi topik hangat di kalangan publik. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan komitmennya untuk mendukung dan mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
PSI Tegaskan Dukungan untuk Prabowo-Gibran
Dian Sandi Utama, juru bicara PSI, menyatakan bahwa arah politik partainya tetap konsisten. Ia menegaskan bahwa PSI masih mengikuti arahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran. “Kalau kami di PSI masih tetap diarahkan oleh Pak J, kawal Prabowo-Gibran,” ungkap Dian.
Dian juga mengungkapkan keheranannya terhadap Budi Arie yang sering mengeluarkan pernyataan yang kontroversial. Ia berpendapat bahwa sebagai mantan pejabat negara, Budi Arie seharusnya lebih berhati-hati dalam menyampaikan pandangan politiknya. “Kawan ini mantan pejabat negara padahal, tapi kok sering sekali pakai jurus mabuk,” ujarnya.
Peluang Budi Arie Bergabung dengan PSI
Mengenai kemungkinan Budi Arie bergabung dengan PSI di masa depan, Dian menyatakan bahwa saat ini Budi Arie bukanlah anggota partai tersebut. Namun, ia menekankan bahwa peluang tersebut tetap ada, karena keputusan tentang keanggotaan dan posisi politik di dalam partai ada di tangan pimpinan. “Hari ini Budi Arie memang bukan PSI. Tapi apakah mungkin nanti masuk PSI? Ya semua tergantung pimpinan,” jelas Dian.
Ia menambahkan bahwa keputusan tertinggi di PSI berada di tangan Ketua Umum Kaesang Pangarep. “Keputusan tertinggi ada di Mas Ketum Kaesang,” tambahnya.
Dian juga menjelaskan posisi Jokowi terkait statusnya di PSI. Ia merujuk pada pernyataan Jokowi dalam podcast Tempo yang menyebutkan bahwa dirinya belum menjadi pembina PSI karena masih ada mekanisme internal partai yang harus dijalankan. “Pak Jokowi menjawab di podcast Tempo bahwa beliau belum menjadi pembina karena ada mekanisme di PSI yang belum dijalankan,” tuturnya.
Menanggapi potongan video pertemuan Jokowi dengan Budi Arie yang memicu beragam interpretasi, Dian menegaskan bahwa Jokowi bukan tipe orang yang suka menyela pembicaraan. “Terkait Budi Arie, saya rasa Pak Jokowi bukan tipe yang suka menyela ketika orang sedang bicara,” tegasnya.
Dian menambahkan bahwa permasalahan tersebut telah mendapatkan penjelasan, dan Jokowi pada akhirnya tidak setuju dengan analisis yang disampaikan Budi Arie dalam pertemuan tersebut. “Lagipula sudah ada penjelasan bahwa di akhir acara, Pak Jokowi tidak setuju dengan analisa Budi Arie,” pungkasnya.