Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
News

Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi”

Kampus Dinilai Harus Menjadi Ruang Solusi, Bukan Arena ProvokasiSejumlah dosen dan mahasiswa di berbagai daerah mulai mendorong penguatan kegiatan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, ketah...

Arya Yudhistira 08 June 2026 33 pembaca kabarnetizenterkini.com kabarnetizenterkini.com
Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi”
kabarnetizenterkini.com
Kampus Dinilai Harus Menjadi Ruang Solusi, Bukan Arena Provokasi

Sejumlah dosen dan mahasiswa di berbagai daerah mulai mendorong penguatan kegiatan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan, serta pengembangan ekonomi rakyat dibanding terjebak dalam narasi konflik dan polarisasi yang dinilai tidak produktif.

Munculnya istilah “Pesta Panen” menjadi simbol ajakan untuk fokus pada kerja nyata, pembangunan desa, peningkatan kesejahteraan petani, dan penguatan persatuan masyarakat. Sebaliknya, sebagian kalangan akademisi menilai narasi “Pesta Babi” yang berkembang dalam ruang publik lebih banyak memicu kontroversi dan perdebatan dibanding menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.

Seorang dosen menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Peran dosen dan mahasiswa seharusnya diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

Menurutnya, Indonesia saat ini membutuhkan lebih banyak gagasan yang mampu memperkuat ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dibanding mempertajam perbedaan melalui narasi yang berpotensi memecah belah.

Di kalangan mahasiswa, pandangan serupa juga mulai menguat. Banyak mahasiswa menilai energi generasi muda lebih baik diarahkan pada riset, inovasi, pemberdayaan masyarakat, pengembangan UMKM, hingga pendampingan petani dan nelayan.

“Kalau ada pilihan antara memperbesar konflik atau membantu masyarakat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, tentu kami memilih mendukung kegiatan yang produktif,” ujar salah seorang mahasiswa dalam sebuah diskusi kampus.

Pengamat sosial menilai fenomena tersebut menunjukkan adanya pergeseran orientasi sebagian kalangan akademik yang mulai menempatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat sebagai prioritas utama. Simbol “Pesta Panen” dipandang merepresentasikan optimisme, kerja keras, dan hasil nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pada akhirnya, baik dosen maupun mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Namun perubahan yang diharapkan banyak pihak bukanlah perubahan yang lahir dari provokasi, melainkan perubahan yang dibangun melalui pendidikan, penelitian, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Pesta Panen menghasilkan harapan, sedangkan perdebatan yang tidak produktif hanya melahirkan polarisasi. Kampus semestinya menjadi tempat lahirnya solusi bagi bangsa.”

Tags: #berita

Artikel Terkait