Update
Persiapan Wisuda ke-183, FIB UNDIP Selenggarakan Pelatihan Softskill untuk Mahasiswa Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow Persiapan Wisuda ke-183, FIB UNDIP Selenggarakan Pelatihan Softskill untuk Mahasiswa Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow
News

Dudung Abdurachman: Pemerintah Siap Menerima Kritik dari Masyarakat

Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, menegaskan bahwa tidak ada intimidasi terhadap masyarakat yang ingin memberikan kritik kepada pemerintah. Ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto...

Yoga Samadhi 14 May 2026 26 pembaca liputan6.com liputan6.com
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menjenguk para korban kecelakaan kereta di RSUD Kota Bekasi, Rabu (29/4/2026) pagi. (Liputan6.com/Dimas Ramadhan Wicaksana)
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menjenguk para korban kecelakaan kereta di RSUD Kota Bekasi, Rabu (29/4/2026) pagi. (Liputan6.com/Dimas Ramadhan Wicaksana)

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, menanggapi isu yang beredar mengenai adanya intimidasi terhadap masyarakat yang ingin berbicara tentang politik atau memberikan kritik kepada pemerintah. Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto secara aktif mengajak masyarakat untuk memberikan masukan.

Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan terhadap hasil survei dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan bahwa banyak warga merasa takut untuk berbicara mengenai politik di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. "Bapak Presiden mau setiap saat minta masukan. Beliau menyampaikan, 'kita harus berani bicara, kita harus berani berpendapat, tapi kita harus berani mendengarkan pendapat orang lain'," ungkap Dudung dalam siaran persnya pada Kamis (14/5/2026).

Pentingnya Kritik dalam Demokrasi

Dudung meminta agar masyarakat tidak memutarbalikkan fakta dan menciptakan narasi yang menyatakan bahwa pemerintah menolak masukan atau tidak mau menerima kritik. Ia menekankan bahwa kritik, kebencian, dan fitnah di ruang publik serta media sosial merupakan hal yang biasa dalam kehidupan berdemokrasi. "Gus Dur (Presiden keempat RI) pernah menyampaikan bahwa sebenar apapun yang kamu lakukan, sebaik apapun yang kamu kerjakan, pasti ada kebencian orang lain," jelasnya.

Lebih lanjut, Dudung memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada ancaman atau tekanan bagi siapa pun yang ingin memberikan koreksi kepada pemerintah. "Jangan kemudian seakan-akan ada intimidasi, kalau ada intimidasi berarti juga mengklaim bahwa pemerintah ini tidak mau dikoreksi. Janganlah dibuat-buat seperti itu," tegasnya.

Program Pemerintah yang Berjalan

Dudung juga menyoroti berbagai program pemerintah yang telah dilaksanakan dan memberikan dampak positif setelah ia melakukan pengecekan langsung di lapangan. Ia menyatakan bahwa program-program tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan telah membawa perubahan yang signifikan.

Menanggapi adanya kekurangan dalam pelaksanaan program baru seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dudung mengibaratkan situasi tersebut sebagai proses yang alami. Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk mengedepankan hati nurani demi membangun bangsa bersama, serta tidak membiarkan situasi politik memecah belah persatuan dan kesatuan negara. "Saya berharap media pun punya jiwa nasionalisme, wawasan kebangsaan, cinta tanah air, dan bela negara," tutup Dudung.

Artikel Terkait