Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
News

Ekstradisi Michael Steven, Bos Kresna Life, dari Maroko ke Indonesia

Michael Steven, yang diduga terlibat dalam kasus penipuan dan penggelapan yang merugikan investor hingga Rp 337,4 miliar, berhasil diekstradisi dari Maroko oleh Polri. Proses ini melibatkan kerjasama...

Yoga Samadhi 22 June 2026 65 pembaca liputan6.com liputan6.com
Perusahaan asuransi Kresna Life diduga menyebabkan kerugian investor mencapai sekitar Rp 337,4 miliar. (Foto: Istimewa)
Perusahaan asuransi Kresna Life diduga menyebabkan kerugian investor mencapai sekitar Rp 337,4 miliar. (Foto: Istimewa)

Michael Steven, yang menjabat sebagai bos perusahaan asuransi Kresna Life, telah berhasil diekstradisi dari Maroko setelah ditangkap berdasarkan permintaan Interpol. Ia diduga terlibat dalam kasus yang menyebabkan kerugian bagi para investor mencapai sekitar Rp 337,4 miliar.

Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri mengumumkan bahwa ekstradisi ini merupakan hasil kerjasama antara Polri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum, dan otoritas Kerajaan Maroko. Brigjen Untung Widyatmoko, Sekretaris NCB Interpol Divhubinter Polri, menyampaikan bahwa permohonan ekstradisi diajukan oleh Pemerintah Indonesia pada 12 Juni 2026 dan disetujui oleh pemerintah Maroko.

Proses Penangkapan dan Ekstradisi

Michael Steven ditangkap oleh pihak kepolisian Maroko pada 12 Maret 2026, berkat permintaan dari NCB Interpol Indonesia. Ia menghadapi tuduhan terkait tindak pidana pasar modal, penipuan, penggelapan, serta tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang ditangani oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri.

Proses serah terima tersangka berlangsung pada 20 Juni 2026 di Maroko, dan Michael Steven tiba di Indonesia pada hari berikutnya, 21 Juni. Keberhasilan ekstradisi ini menjadi bukti komitmen Polri dalam memperkuat kerjasama internasional dan menindak tegas pelaku kejahatan yang berusaha melarikan diri ke luar negeri.

Komitmen Polri dalam Penegakan Hukum

Brigjen Untung menegaskan bahwa keberhasilan ini menunjukkan efektivitas kerjasama internasional Polri melalui jaringan Interpol dan dukungan dari berbagai instansi terkait. Ia menambahkan, "Polri berkomitmen untuk terus memburu serta membawa kembali para buronan yang melarikan diri ke luar negeri guna mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum."

Selanjutnya, Michael Steven akan diserahkan kepada Dittipideksus Bareskrim Polri untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sebagai tambahan, Red Notice untuk Michael Steven telah diterbitkan sejak 19 September 2025.

Artikel Terkait