Update
Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda
News

Enam Mahasiswa SPI UIN Saizu Selesaikan Praktik Lapangan di Museum Ranggawarsita Semarang

Enam mahasiswa dari Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Saizu Purwokerto berhasil menyelesaikan Praktik Pengalaman Lapangan di Museum Ranggawarsita, Semarang, dengan sukses.

Gyan Kusuma 25 March 2026 18 pembaca news.espos.id news.espos.id
Enam Mahasiswa SPI UIN Saizu Selesaikan Praktik Lapangan di Museum Ranggawarsita Semarang
news.espos.id

Enam mahasiswa dari Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto baru-baru ini berhasil menyelesaikan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Museum Ranggawarsita, Semarang. Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum pendidikan yang bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengaplikasikan teori yang telah dipelajari di kelas.

PPL yang dilaksanakan selama beberapa minggu ini tidak hanya memberikan wawasan baru mengenai sejarah dan budaya lokal, tetapi juga melatih keterampilan praktis mahasiswa dalam konteks museum. Museum Ranggawarsita, yang terkenal sebagai pusat pembelajaran sejarah dan budaya di Jawa Tengah, menyediakan berbagai fasilitas dan koleksi yang sangat mendukung kegiatan praktik lapangan tersebut.

“Kami sangat senang dapat menjalani PPL di museum ini. Pengalaman ini membuka wawasan kami tentang pentingnya pelestarian sejarah dan budaya,” ungkap salah satu mahasiswa peserta PPL. Selama di museum, mahasiswa terlibat dalam berbagai aktivitas, mulai dari mendampingi pengunjung, membantu dalam penyusunan pameran, hingga melakukan penelitian mengenai koleksi yang ada di museum.

Menurut pihak museum, kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi pengunjung yang datang. “Kami selalu mendukung keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan di museum. Ini tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi mereka, tetapi juga membantu kami dalam menjelaskan koleksi dan sejarah kepada pengunjung dengan cara yang lebih interaktif,” jelas salah satu staf museum.

Selama praktik, mahasiswa juga mendapatkan bimbingan dari dosen pembimbing yang memberikan arahan dan masukan tentang bagaimana menjalankan tugas-tugas mereka dengan baik. Proses ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang sejarawan dan dalam konteks pendidikan museum.

Setelah menyelesaikan PPL, mahasiswa diharapkan dapat membawa pulang pengalaman yang berharga untuk diterapkan dalam studi mereka ke depan. “Kami percaya, pengalaman ini akan sangat berguna untuk karier kami di masa mendatang, terutama dalam bidang sejarah dan pengelolaan museum,” tambah mahasiswa lainnya.

Keberhasilan kegiatan ini menandai langkah positif bagi UIN Saizu Purwokerto dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengalaman belajar mahasiswa. Mukjizat dari kegiatan ini bukan hanya pada ilmu yang didapat, tetapi juga pada hubungan yang dibangun antara institusi pendidikan dan lembaga kebudayaan. Dengan demikian, upaya kolaboratif ini diharapkan dapat berlanjut di masa depan, memberikan manfaat bagi mahasiswa, masyarakat, dan institusi itu sendiri.

Kedepannya, diharapkan akan ada lebih banyak program serupa yang dapat menjembatani antara dunia akademis dan praktik langsung di lapangan, khususnya dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sejarah dan warisan budaya nasional.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait