Polemik mengenai beberapa pernyataan Presiden Prabowo Subianto kembali menarik perhatian publik. Kali ini, dukungan datang dari Ferdinand Hutahaean, seorang politikus dari PDI Perjuangan. Ferdinand menilai kritik yang ditujukan kepada Prabowo, terkait pernyataan mengenai ambulans terbang, dokter terbang, serta pekerja pengupas bawang yang disebutkan menerima gaji Rp700 ribu, tidak menyentuh inti permasalahan yang dihadapi bangsa.
Ferdinand menganggap bahwa banyak politisi, LSM, dan aktivis yang terlibat dalam perdebatan tersebut sebagai kelompok yang tidak substansial. Ia menyatakan, "Belakangan ini semakin banyak politisi-politisi kelas kacang. Demikian juga LSM maupun aktivis." Menurutnya, hal ini menunjukkan rendahnya kualitas diskusi publik mengenai isu-isu penting bangsa.
Perdebatan yang Tidak Substantif
Ferdinand menjelaskan bahwa pernyataan-pernyataan Prabowo yang menjadi bahan perdebatan seharusnya tidak dijadikan fokus utama. Ia menyoroti bahwa banyak pihak lebih memilih untuk membahas isu-isu yang tidak menjadi pokok masalah. "Mereka lebih suka berbicara tentang hal-hal yang tidak menjadi bagian pokok masalah bangsa," ungkapnya. Ia menambahkan bahwa perdebatan tersebut tidak memberikan solusi terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat.
Ia mengkritik kualitas sebagian elite politik dan kelompok masyarakat sipil yang terlalu sibuk memperdebatkan hal-hal kecil. "Inilah bangsa kita, mengapa tidak kunjung maju, mengapa bangsa kita tidak kunjung menemukan jalan menuju Indonesia yang hebat," keluhnya. Ferdinand juga mempertanyakan pentingnya memperpanjang polemik mengenai kesalahan pengucapan atau narasi Presiden. "Apa gunanya kita mempersoalkan narasi-narasi yang kepleset, salah ucap, salah baca, enggak penting," ujarnya.
Pentingnya Memfokuskan Perhatian pada Ekonomi
Ferdinand kemudian mengalihkan perhatian kepada kondisi ekonomi nasional, menekankan bahwa situasi ekonomi global dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) seharusnya menjadi prioritas utama. "Sekarang masalah bangsa ini jauh lebih besar, bagaimana kesiapan kita dengan kondisi ekonomi global seperti ini dan kondisi APBN kita yang patut kita khawatirkan dengan beban utang yang besar," tegasnya.
Ia juga menyoroti pemerintahan sebelumnya yang berlangsung selama satu dekade, menilai tidak adil jika semua masalah yang dihadapi Indonesia saat ini disalahkan kepada pemerintahan Prabowo. "Ada politisi-politisi di zaman lalu berkuasa penuh 10 tahun, tapi mereka merasa bahwa kegagalan sekarang ini adalah karena Prabowo tidak mampu memimpin. Salah, kegagalan bangsa sekarang ini adalah kesalahan dari 10 tahun pemerintahan yang lalu," jelasnya.
Ferdinand menyerukan agar publik melihat persoalan secara lebih utuh dan tidak hanya menjadikan pemerintahan saat ini sebagai sasaran kritik. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencari solusi atas berbagai masalah yang dihadapi Indonesia. "Mari kita sama-sama, ini masalah bersama kita. Mari kita bersama-sama mencari jalan keluar," serunya.
Ia menekankan pentingnya persatuan untuk mengatasi berbagai persoalan struktural yang telah berlangsung lama. "Persatuan dibutuhkan untuk kita bisa mengakhiri semua pesta, pora, oligarki, dan koruptor yang subur tumbuh sampai 10 tahun lalu. Ini memiskinkanku," ungkapnya. Ferdinand juga mengingatkan bahwa masyarakat saat ini menghadapi berbagai tekanan ekonomi dan meminta agar perhatian publik tidak teralihkan oleh isu-isu yang dianggap tidak substantif.
Ia menegaskan, "Jangan lagi sekarang rakyat terbeban pajak besar, terbeban subsidi yang dikurangi. Tapi kita sibuk soal hal-hal yang tidak penting." Ferdinand kembali menekankan agar fokus publik diarahkan kepada isu ekonomi dan utang negara. "Kita punya banyak urusan yang jauh lebih penting. Membawa bangsa ini keluar dari jerat utang ini, harus kita pikir," tutupnya.