PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) bersama dengan Sekolah Relawan telah menyalurkan bantuan kepada sekitar 1.000 santri dan pengasuh di sepuluh pondok pesantren yang terletak di wilayah Jawa Barat dan Banten. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan untuk memperingati Hari Santri Nasional, tetapi juga sebagai wujud kepedulian terhadap pendidikan inklusif bagi santri yang memiliki disabilitas.
Bantuan untuk Pondok Pesantren Cahaya Qur’an
Salah satu pondok pesantren yang menerima bantuan adalah Pondok Pesantren Cahaya Qur’an yang berada di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pondok ini menjadi tempat tinggal sekaligus belajar bagi anak-anak penyandang disabilitas, terutama tunanetra. Dalam kegiatan tersebut, Garudafood memberikan bantuan berupa paket sembako, perlengkapan ibadah seperti mukena, sarung, dan sajadah, serta berbagai produk makanan. Sembilan pondok pesantren lainnya yang terletak di Bogor, Sukabumi, Depok, dan Lebak juga menerima bantuan produk dari Garudafood.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Komunikasi Perusahaan dan Hubungan Eksternal Garudafood, Dian Astriana, kepada Kepala Pondok Pesantren Cahaya Qur’an, Firman Sukmawirya. Dian menyatakan, “Hari Santri merupakan momentum untuk mengapresiasi semangat, ketekunan, dan kontribusi para santri dalam membangun bangsa, termasuk santri istimewa, teman-teman difabel yang terus belajar dan berkarya.”
Mendorong Lingkungan Pendidikan yang Inklusif
Menurut Dian, kegiatan sosial ini bertujuan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan para santri, tetapi juga untuk mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih inklusif. “Melalui aksi langsung ini, Garudafood ingin menghadirkan lingkungan yang inklusif, membuka kesempatan yang setara, serta mendorong para santri untuk terus berkembang dan meraih potensi terbaiknya,” tambahnya.
Sementara itu, Firman Sukmawirya mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan yang diterima. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar santri di pesantrennya berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang terbatas. “Mayoritas santri kami berasal dari keluarga yang kurang mampu. Donasi ini sangat berarti bagi kebutuhan sehari-hari dan memberi semangat bagi anak-anak,” ujarnya.
Firman berharap perhatian dari berbagai pihak terhadap pendidikan bagi anak-anak penyandang disabilitas terus meningkat agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Pondok Pesantren Cahaya Qur’an telah berdiri sejak 2013 dan saat ini mengasuh sekitar 60 santri berusia antara 6 hingga 20 tahun. Para santri mendapatkan pendidikan Al-Qur’an dengan metode Braille, di samping mengikuti pendidikan umum dan pelatihan keterampilan.
Selain menyalurkan bantuan, Garudafood dan Sekolah Relawan juga mengadakan berbagai kegiatan edukatif dan kreatif bagi para santri. Kegiatan tersebut meliputi menanam menggunakan kids garden kit, melukis, serta pembelajaran bahasa isyarat secara kelompok. Sebanyak 20 relawan dari Sekolah Relawan turut mendampingi para santri selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan menanam dan melukis, para santri, terutama yang penyandang tunanetra, diajak untuk mengembangkan kreativitas mereka sekaligus melatih kemampuan mengenali tekstur, bentuk, dan berbagai benda di sekitar mereka. Aktivitas menanam diharapkan dapat menumbuhkan keterampilan dan kemandirian santri serta mendukung upaya penguatan ketahanan pangan di lingkungan pesantren.
Kegiatan sosial ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) Garudafood yang dijalankan melalui program Garudafood Sehati. Program ini mencakup lima bidang utama, yaitu lingkungan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan bantuan kemanusiaan. Melalui program ini, Garudafood berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan yang inklusif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas.