Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
News

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Nusa Tenggara Timur, Korban Meninggal Mencapai 47 Orang

Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Nusa Tenggara Timur, mengakibatkan 47 orang meninggal dunia dan kerusakan signifikan pada infrastruktur.

Rimba Amarta 16 August 2026 60 pembaca jpnn.com jpnn.com
Gempa 7,7 Magnitudo Guncang NTT, BNPB Ungkap 47 Orang Meninggal Dunia
Gempa 7,7 Magnitudo Guncang NTT, BNPB Ungkap 47 Orang Meninggal Dunia

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa gempa dengan kekuatan 7,7 magnitudo yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menyebabkan 47 orang meninggal dunia. Data ini diperoleh pada Sabtu, 15 Agustus, pukul 18.48 WIB.

“Jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang,” ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, saat memberikan keterangan kepada media pada Minggu, 16 Agustus. Sebaran korban yang teridentifikasi meliputi Kabupaten Manggarai dengan 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka tiga orang, serta masing-masing satu orang di Manggarai Barat, Ngada, dan Ende.

Kerusakan Infrastruktur dan Tindakan Evakuasi

Berton menambahkan bahwa petugas juga telah melakukan evakuasi dan memberikan perawatan medis kepada para korban yang mengalami luka-luka. Selain itu, BNPB mencatat kerusakan yang signifikan pada bangunan, dengan 157 rumah mengalami kerusakan berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas, termasuk 87 unit pendidikan, 18 unit kesehatan, lima tempat ibadah, dan enam kantor. Berton menyatakan bahwa BNPB telah mengirimkan bantuan pangan dan kebutuhan lainnya ke daerah yang terdampak gempa.

Bantuan dari BNPB dan TNI AU

Bantuan tersebut dikirim melalui gudang logistik yang berlokasi di Kabupaten Flores Timur, NTT. BNPB dari Jakarta juga mengirimkan bantuan melalui baseops TNI AU Halim Perdanakusuma, dengan total 50 ribu paket bantuan seberat 275 ton.

“Saat ini, bantuan yang baru tiba di baseops sebanyak 10.500 paket, yang berasal dari Presiden RI Prabowo Subianto,” jelas Berton. Upaya ini diharapkan dapat membantu meringankan beban para korban yang terdampak oleh bencana tersebut.

Artikel Terkait