Sejumlah kelompok relawan mulai aktif dalam persiapan menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029, salah satunya adalah Gibran Penerus Jokowi (GPJ). Organisasi ini terdiri dari pengusaha sound horeg yang berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Pada hari Selasa, 11 Agustus 2026, rombongan GPJ berkunjung ke kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Solo, Jawa Tengah. Pertemuan ini dianggap sebagai bagian dari silaturahmi serta konsolidasi awal menjelang kontestasi politik yang akan datang.
Joko Loreng, Ketua Umum GPJ, menyatakan bahwa kelompoknya telah terbentuk sejak beberapa waktu lalu dengan tujuan untuk menghadapi Pilpres 2029. "GPJ sudah lama (terbentuk). Untuk persiapan Pilpres 2029," ungkap Joko. Ia menambahkan bahwa pertemuan dengan Jokowi tidak hanya membahas persiapan organisasi, tetapi juga untuk mendapatkan pandangan serta arahan mengenai perkembangan politik nasional. "Ngobrol, silaturahmi. Minta arahan dari Bapak," jelasnya.
Jokowi Minta Relawan Menunggu
Meskipun GPJ menyatakan telah mempersiapkan diri untuk menghadapi dinamika politik 2029, Jokowi meminta agar mereka menunggu sebelum mengambil langkah lebih lanjut. "Arahan dari beliau suruh menunggu dulu. Arahannya begitu," kata Joko. Namun, hal ini tidak menghentikan GPJ untuk melanjutkan konsolidasi yang telah dilakukan. Joko menegaskan bahwa para anggota tetap solid dan siap menjalankan arahan jika diperlukan. "Dari bapak suruh nunggu dulu. Tapi semua teman-teman sudah siap," tambahnya.
Salah satu anggota GPJ, Budi, yang juga merupakan pemilik usaha sound horeg, menyatakan bahwa kelompoknya akan mengikuti keputusan serta arahan Jokowi terkait langkah politik ke depan. "Ke depannya mau gimana, kita pokoknya ikut instruksi," ujar Budi.
Klaim Apresiasi untuk Jokowi
Kunjungan GPJ juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Jokowi selama dua periode. Mereka memilih untuk datang langsung ke kediaman Jokowi di Solo guna memperkuat hubungan dan menyampaikan aspirasi kelompok. Namun, hingga saat ini, belum ada keputusan mengenai dukungan GPJ terhadap pasangan calon tertentu pada Pilpres 2029.
Pergerakan GPJ menarik perhatian mantan Wakil Ketua Umum Relawan Projo, Budianto Tarigan. Ia menilai bahwa aktivitas politik Jokowi setelah masa jabatannya perlu dilihat dalam konteks dinamika politik menuju Pemilu 2029. Budianto berpendapat bahwa ada kemungkinan aktivitas tersebut berkaitan dengan keberlanjutan pemerintahan Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta persiapan politik Gibran di pemilu mendatang. "Apapun yang dilakukan dia hari ini erat kaitannya dengan kepastian dua periode dari Prabowo-Gibran. Atau setidaknya memastikan jalan politik untuk Gibran di 2029," ujarnya.
Meski demikian, Budianto mengingatkan agar aktivitas politik menjelang 2029 tidak mengalihkan perhatian pemerintah dari masalah yang dihadapi masyarakat. Ia menekankan bahwa kondisi ekonomi dan tantangan fiskal harus tetap menjadi prioritas pemerintah. "Di tengah kondisi ekonomi dan tantangan fiskal yang berat, fokus utama seharusnya adalah keselamatan rakyat dan pemulihan ekonomi, bukan manuver politik kekuasaan menuju 2029," tegasnya.
Pertemuan GPJ dengan Jokowi menunjukkan bahwa beberapa kelompok pendukung mulai membangun jaringan politik jauh sebelum tahapan resmi Pilpres 2029 dimulai. GPJ mengaku telah menyiapkan organisasi untuk menghadapi kontestasi tersebut, namun saat ini mereka memilih untuk menunggu arahan Jokowi sebelum mengambil langkah selanjutnya. Pertemuan di Solo itu juga menunjukkan bahwa nama Jokowi masih menjadi daya tarik bagi sejumlah kelompok relawan dalam membangun konsolidasi politik menjelang Pemilu 2029. Saat ini, arah politik GPJ masih terbuka, dan mereka belum menyatakan dukungan kepada figur tertentu, memilih untuk menunggu perkembangan politik nasional serta instruksi lebih lanjut dari Jokowi.