Guntur Romli, seorang politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), memberikan perhatian pada perkembangan politik yang terjadi setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlihat bersama Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah penampilan bersama Prabowo, pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan "percepatan" Pemilu 2029 menjadi sorotan.
Guntur menilai terdapat perbedaan mencolok antara sikap Prabowo yang memberikan kesempatan kepada Jokowi dalam acara kenegaraan dengan munculnya wacana politik terkait 2029. Dalam kritiknya yang disampaikan melalui unggahan di Threads, Guntur menggunakan istilah yang tajam untuk menggambarkan sikap Jokowi. "Betapa liciknya Jokowi. Presiden Prabowo baru saja memberikannya panggung kehormatan di acara 17-an, duduk bertiga bersama Gibran, mereka tampak tertawa," tulis Guntur Romli, dikutip pada Rabu (26/8/2026).
Kritik Terhadap Hubungan Jokowi dan Budi Arie
Selanjutnya, Guntur mengamati momen ketika Jokowi duduk bersama Budi Arie, yang dinilai tidak mencerminkan hubungan baik antara Jokowi dan Prabowo. "Tapi apa balasannya? Jokowi justru duduk bersama Budi Arie, yang dengan santainya nyerocos soal kemungkinan percepatan 2029," tambahnya. Guntur menganggap wacana tersebut berpotensi menimbulkan masalah politik, mengingat pemerintahan Prabowo-Gibran masih berjalan. "Wacana yang jelas-jelas menohok legitimasi pemerintahan Prabowo," ungkap Guntur.
Kebersamaan Jokowi, Prabowo, dan Gibran
Sebelumnya, kebersamaan Jokowi, Prabowo, dan Gibran menarik perhatian publik. Ketiganya terlihat duduk bersama dalam suasana yang akrab, berbincang, dan tertawa di Istana Negara. Kehadiran Jokowi dalam acara tersebut dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada mantan presiden. Dinamika politik antara ketiga tokoh ini menjadi topik hangat sejak Pilpres 2024.
Beberapa waktu lalu, Jokowi juga tampak duduk di samping Budi Arie dalam sebuah pertemuan. Pernyataan Budi Arie mengenai kemungkinan "percepatan" sebelum 2029 menjadi sorotan setelah ia mengatakan, "Tadi saya ke Pak Jokowi bisik-bisik. Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029. Kita masih ngomongin pemilu 2029, kalau terjadi percepatan gimana?"
Sikap diam Jokowi dalam situasi tersebut juga mendapat perhatian dari Guntur Romli, yang menilai hal itu sebagai tanda persetujuan terhadap pernyataan Budi Arie. Guntur bahkan menduga bahwa pernyataan Budi Arie mungkin merupakan pesan yang sengaja disampaikan melalui dirinya. "Responnya diam, diam seakan-akan setuju, atau jangan-jangan ucapan Budi Arie itu memang titipan? Sebab Jokowi dikenal terbiasa meminjam mulut orang lain," tutupnya.