Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
News

Gus Ipul Menargetkan 48 Juta Keluarga Terdaftar dalam Sistem Perlinsos Digital hingga Akhir 2026

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menargetkan sebanyak 48 juta keluarga terdaftar dalam sistem Perlinsos Digital pada akhir tahun 2026.

Rimba Amarta 23 October 2026 62 pembaca jpnn.com jpnn.com
Gus Ipul Targetkan 48 Juta Keluarga Terdaftar dalam Perlinsos Digital di Akhir 2026
Gus Ipul Targetkan 48 Juta Keluarga Terdaftar dalam Perlinsos Digital di Akhir 2026

Gus Ipul, Menteri Sosial Republik Indonesia, menetapkan target untuk mendaftarkan 48 juta keluarga dalam sistem Perlinsos Digital pada akhir tahun 2026. Upaya registrasi ini bertujuan untuk melakukan pendataan ulang penerima bantuan sosial sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendaftar sebagai penerima bantuan.

“Target kami paling tidak di akhir tahun nanti sudah ada 48 juta keluarga yang sudah registrasi di Perlinsos Digital,” ungkap Gus Ipul saat konferensi pers yang diadakan di Kantor Kementerian Sosial pada hari Jumat, 23 Oktober, didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kemensos, Hasan Chabibie. Saat ini, lebih dari 13,2 juta keluarga telah terdaftar dalam sistem Perlinsos Digital, baik secara mandiri maupun dengan bantuan agen. Jumlah agen yang terlibat dalam program ini mencapai 816.674 orang.

Perluasan Pendataan Penerima Bantuan

Gus Ipul menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam membantu masyarakat melakukan registrasi. Ia menjelaskan bahwa Perlinsos Digital dirancang untuk memperkuat sistem pendataan penerima bantuan sosial. Registrasi ulang ini akan melengkapi data dengan menggunakan nama, alamat, serta teknologi biometrik atau pengenalan wajah.

“Intinya adalah kami ingin meregistrasi ulang seluruh penerima bansos. Kami lakukan registrasi ulang, cek ulang,” jelasnya. Selain mendata ulang penerima yang sudah ada, sistem ini juga memberikan kesempatan bagi masyarakat yang membutuhkan untuk mendaftar.

Proses Pendaftaran dan Tanggung Jawab Bersama

Gus Ipul menegaskan bahwa pendaftaran bukanlah jaminan seseorang akan langsung mendapatkan bantuan sosial. “Sekali lagi yang akan menyatakan layak atau tidak, itu adalah sistem. Yang penting kita masukkan apa adanya,” tegasnya. Oleh karena itu, semua pihak, termasuk perangkat wilayah, operator data, pendamping sosial, pemerintah daerah, dan Kementerian Sosial, memiliki tanggung jawab untuk memastikan data yang dimasukkan ke dalam sistem adalah akurat.

“Yang benar, kami semua berkewajiban untuk bisa memasukkan data apa adanya kepada sistem, termasuk para wartawan. Mari kita bantu keluarga terdekat dulu, tetangga terdekat dulu, agar tidak ada yang tertinggal, tidak ada yang terlewat,” ajak Gus Ipul.

Ia juga menambahkan, “Saya bergembira, terima kasih sekali. Sudah ada masyarakat yang mau menyanggah, tentu ini merupakan informasi yang penting buat kami.” Melalui kolaborasi dengan masyarakat umum, pemerintah daerah, dan pendamping sosial, Kementerian Sosial berupaya untuk memperluas jangkauan pendataan guna mencapai target registrasi yang telah ditetapkan.

Gus Ipul mengajak masyarakat untuk memastikan bahwa keluarga dan tetangga yang membutuhkan pendampingan dapat mengakses layanan Perlinsos Digital. “Kami mulai dari yang terdekat, jangan sampai lewat,” pesannya.

Artikel Terkait