JAKARTA - Dalam momen perayaan hari ulang tahun Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI, Gus Miftah menyampaikan pujian atas kepemimpinannya. Menurut Gus Miftah, Dasco memiliki kemampuan untuk bekerja secara efektif tanpa selalu mengandalkan perhatian publik.
Gus Miftah menilai bahwa Dasco mampu hadir saat dibutuhkan dan mengambil keputusan yang diperlukan dalam situasi sulit. "Don Dasco, tenang tanpa kehilangan ketegasan, kuat tanpa harus gaduh, dan bekerja tanpa selalu meminta panggung," ungkapnya saat dihubungi oleh media pada Rabu (7/10).
Pentingnya Pemberantasan Korupsi
Dalam kesempatan tersebut, Gus Miftah juga menekankan pentingnya pemberantasan korupsi. Melalui akun Instagram pribadinya, ia membagikan foto kebersamaannya dengan Dasco dan menyampaikan apresiasi terhadap sosok yang tetap tenang dan tegas dalam menjalankan tugasnya sebagai pimpinan DPR RI.
Selain itu, Gus Miftah menyertakan cuplikan ceramahnya yang membahas hukuman bagi pelaku korupsi. Dalam video tersebut, seorang jemaah bernama Mega dari Bogor menanyakan mengenai wacana hukuman mati dan penyitaan aset bagi para koruptor.
Respon Terhadap Pertanyaan Jemaah
Menanggapi pertanyaan tersebut, Gus Miftah memberikan pandangan yang tegas mengenai hukuman bagi pelaku korupsi. Ia juga mengajak jemaah untuk memberikan pendapat mengenai penyitaan aset hasil korupsi oleh negara. "Mengambil hak rakyat terlalu banyak, maka hukum mati," tegasnya dalam cuplikan video.
Gus Miftah kemudian mengaitkan pandangannya dengan sikap pimpinan DPR RI yang berani mendengarkan aspirasi masyarakat. Ia menyebutkan bahwa pimpinan DPR pernah menandatangani pakta integritas bersama mahasiswa dan elemen buruh saat aksi demonstrasi berlangsung. "Dan pimpinan DPR yang berani tanda tangan atas demo rakyat," tutupnya.