Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
Politik

Hasyim: Hanya Satu yang Berpotensi Mengalahkan Prabowo di 2029

Wacana Pemilihan Presiden 2029 mulai memanas, dengan Mahfud MD memprediksi Prabowo Subianto akan mencalonkan diri lagi. Hasyim Muhammad menilai hanya satu skenario yang bisa menyaingi Prabowo.

Aruna Sasmita 04 September 2026 45 pembaca fajar.co.id fajar.co.id
Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto

Diskusi mengenai Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai mengemuka, meskipun waktu pelaksanaannya masih beberapa tahun ke depan. Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, memperkirakan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan kembali mencalonkan diri pada Pilpres mendatang. Mahfud menilai Prabowo memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan dan kembali menduduki kursi kepresidenan.

Mahfud mengamati bahwa kondisi politik saat ini tampak menguntungkan bagi Prabowo. Sebagai presiden petahana, Prabowo dianggap memiliki posisi yang kuat serta akses terhadap sumber daya negara yang dapat dimanfaatkan sebagai modal politik. Ia berpendapat bahwa sosok yang akan dipilih Prabowo sebagai calon wakil presiden tidak akan mengubah peta persaingan secara signifikan. Menurut Mahfud, Prabowo tetap memiliki peluang besar untuk menang berkat sejumlah faktor yang telah terbentuk sejak awal pemerintahannya.

Keuntungan Sebagai Petahana

Mahfud menekankan bahwa status sebagai petahana memberikan keuntungan tersendiri bagi Prabowo dalam menghadapi Pilpres 2029. Ia mencatat bahwa berbagai organisasi pendukung mulai bermunculan dengan membawa nama Prabowo, yang dapat memperkuat basis dukungan politik menjelang kontestasi mendatang. Selain itu, Mahfud juga menyoroti beberapa program pemerintah yang menarik perhatian masyarakat, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, yang dianggap menjadikan pemerintah lebih dekat dengan rakyat.

Namun, Mahfud juga mengungkapkan keprihatinan terkait penggunaan aparat negara dalam politik. Ia mencatat adanya indikasi bahwa polisi dan aparat lainnya mulai dimanfaatkan untuk kepentingan politik, bukan hanya untuk menjaga netralitas. Ia juga menyatakan bahwa saat ini belum ada figur politik lain yang memiliki kekuatan sebanding dengan Prabowo, sehingga lawan-lawan politiknya akan menghadapi tantangan tersendiri jika ingin bersaing pada 2029.

Peluang Anies dan PDIP

Akademisi sekaligus Guru Besar Ilmu Pemikiran Islam, Hasyim Muhammad, memberikan respons terhadap prediksi Mahfud. Ia sepakat dengan pandangan tersebut dan menambahkan bahwa Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berpotensi untuk maju bersama pada Pilpres 2029. Hasyim menyatakan, "Nggak beda sama prediksi saya. Bahkan kalau saya sih yakin Prabowo-Gibran bakal tetap maju bareng 2029 dan akan sulit terkalahkan."

Meskipun demikian, Hasyim mengidentifikasi satu skenario yang dapat membuat pertarungan Pilpres 2029 lebih kompetitif. Ia berpendapat bahwa kekuatan politik yang mampu menandingi pasangan Prabowo-Gibran adalah jika Anies Baswedan dan PDIP bersatu. Hasyim juga menegaskan bahwa kekuatan tersebut akan semakin besar jika PDIP mengusung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai wakil partai dalam konfigurasi tersebut. "Hanya satu yang mungkin bisa mengalahkan mereka. Atau setidaknya mengimbangi: persatuan Anies dan PDIP," ujarnya.

Hasyim menekankan bahwa tantangan utama dalam menghadapi Prabowo bukan hanya soal siapa yang memiliki elektabilitas tertinggi, tetapi juga kemampuan lawan politik untuk membangun koalisi dan mengesampingkan kepentingan pribadi. Ia mengkritik pihak-pihak yang ingin mengalahkan Prabowo tetapi enggan untuk bersatu, dengan mengatakan, "Ngeyel bisa ngalahin Prabowo tapi nggak mau bersatu. Rasain aja ego kalian sendiri."

Menuju Pilpres 2029, peta politik masih dapat berubah. Konfigurasi partai, pasangan calon, tingkat kepuasan publik, dan munculnya figur baru dapat mempengaruhi arah persaingan. Oleh karena itu, prediksi mengenai kemenangan Prabowo dan peluang Anies-PDIP sebagai penantang kuat masih berada dalam ranah analisis politik, bukan hasil yang pasti. Jika Prabowo kembali mencalonkan diri sebagai petahana, pertarungan di Pilpres 2029 berpotensi menghadirkan dinamika yang berbeda dibandingkan dengan Pilpres 2024. Pertanyaannya bukan hanya siapa yang akan maju, tetapi siapa yang mampu membangun kekuatan politik yang cukup besar untuk menandingi petahana.

Artikel Terkait