Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
Ekonomi

IHSG Diperkirakan Terus Menguat Menuju Akhir Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami penguatan pada perdagangan yang berlangsung Jumat (23/10). Beberapa analis memberikan proyeksi dan rekomendasi saham yang menarik untuk dic...

Bima Candrakumara 23 October 2026 58 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada perdagangan Jumat (23/10). Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada perdagangan Jumat (23/10). Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami kenaikan pada perdagangan hari Jumat, 23 Oktober. Analis Teknikal dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa IHSG memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan dalam waktu dekat, meskipun ada risiko koreksi yang mengintai pergerakan indeks.

Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham

Herditya menjelaskan, "Pada wave iv dari wave (iii) dari wave [v], IHSG berpeluang menguat menuju 5.458-5.563, dengan area koreksi jangka pendek di 5.332-5.366." Ia juga memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang support di 5.185, 4.915 dan resistance di 5.404, 5.563 pada hari ini. Beberapa saham yang direkomendasikan oleh Herditya antara lain BRMS, CUAN, HRTA, dan UNVR.

Peluang Kenaikan dan Risiko Penurunan

Sementara itu, Analis dari Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, juga memberikan pandangannya mengenai IHSG. Ia menyebutkan bahwa indeks ini berpotensi melanjutkan penguatan jika dapat menembus level 5.458, dengan target resistensi selanjutnya berada di 5.588. Namun, Ivan mengingatkan bahwa indeks berisiko mengalami penurunan jika berada di bawah level 5.185. "Penembusan level 5.458 membuka peluang IHSG menguji 5.588. Sebaliknya, jika turun di bawah 5.185, indeks berpotensi menguji area support 4.972," jelasnya.

Ivan memprediksi bahwa IHSG akan bergerak di level support 4.972, 4.767, dan 4.629, serta resistance di 5.458, 5.588, dan 5.774 pada hari ini. Ia juga merekomendasikan beberapa saham, termasuk ADMR, BBRI, BUMI, DEWA, dan EMTK.

Pada penutupan perdagangan Kamis, 22 Oktober, IHSG berada di level 5.387, mengalami penguatan sebesar 59,54 poin atau 1,12 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Berdasarkan data dari RTI Infokom, total transaksi yang dilakukan investor mencapai Rp16,16 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 37,57 miliar lembar. Dalam penutupan tersebut, tercatat 467 saham menguat, 204 saham terkoreksi, dan 123 saham stagnan.

Catatan Redaksi: Artikel ini tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi investasi pada saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca.

Artikel Terkait