Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan penurunan pada perdagangan Selasa, 15 September. IHSG tercatat turun sebesar 48,95 poin atau 0,75 persen, mencapai level 6.485. Berdasarkan data dari RTI Business pada pukul 09.05 WIB, IHSG sempat menunjukkan penguatan di level 6.544 sebelum akhirnya jatuh ke level terendah di 6.478.
Pada saat pembukaan, terdapat 198 saham yang mengalami penguatan, sementara 264 saham mengalami penurunan, dan 221 saham lainnya stagnan. Kapitalisasi pasar pada saat itu tercatat sebesar Rp11.324,156 triliun.
Volume Perdagangan dan Proyeksi Analis
Volume perdagangan hari ini mencapai 2,21 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,3 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 131.646 kali. Analis Teknikal dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan bahwa IHSG masih berisiko untuk melanjutkan koreksi dalam jangka pendek. Dalam skenario terburuk, IHSG diperkirakan akan terus melemah.
“Dalam skenario terburuk, IHSG diperkirakan masih berada pada bagian wave iv dari wave (c) pada label hitam, sehingga masih rawan menguji kembali area 6.290-6.370,” kata Herditya dalam laporan risetnya. Ia juga memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang support 6.279 dan 6.201, serta resistance di level 6.585 dan 6.633 pada hari ini.
Peluang Rebound di Tengah Penurunan
Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, juga memperkirakan bahwa indeks saham masih berisiko untuk melanjutkan tren penurunan setelah gagal bertahan di atas garis SMA-20 pada perdagangan sebelumnya. Meski demikian, ada peluang rebound jika indeks dapat bertahan di atas area support.
“Penurunan IHSG berpotensi menguji support klaster Fibonacci di 6.290 sekaligus garis SMA-60. Rebound berpeluang terjadi jika penutupan harian IHSG masih berada di atas kedua support tersebut,” jelas Ivan. Ia memprediksi IHSG akan bergerak di level support 6.370, 6.290, dan 6.179, serta resistance di level 6.752, 6.835, 6.916, dan 7.071 pada hari ini.